bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

Bahaya Parasetamol Bagi Anjing dan Kucing

August 3, 2022by Galih Primananda0

Parasetamol atau acetaminophen adalah obat analgesik dan antipiretik yang populer dan digunakan untuk mengurangi gejala sakit kepala, nyeri dan demam.

Parasetamol digunakan dalam sebagian besar resep obat analgesik, batuk dan flu. Anjing dan kucing sangat rawan terkena keracunan obat-obatan anti radang/penurun panas seperti aspirin atau parasetamol/acetaminophen. Ketidaktahuan mengenai dan obat-obatan yang diberikan pada anjing dan kucing, dapat menyebabkan kematian pada hewan kesayangan.

Gejala keracunan dapat terjadi lebih cepat atau lambat tergantung pada dosis obat yang tertelan. dosis toksik parasetamol pada kucing adalah 10 mg/kg BB, sedangkan anjing 75-100 mg/kgBB.

Gejala keracunan parasetamol berkembang secara bertahap yaitu:

  1. Tahap 0-12 jam: Gejala-gejala termasuk muntah, kusam, kesulitan bernapas, lesu, anoreksia, kelemahan, gusi berwarna coklat (bukan warna pink normal) dan hipersalivasi.
  1. Tahap 12-24 jam: Gejala-gejala termasuk pembengkakan wajah, bibir dan anggota badan, gerakan tidak terkoordinasi, kejang, koma dan potensi kematian.
  1. Tahap lebih dari 24 jam: Gejala yang berhubungan dengan kegagalan hati dan termasuk perut yang menyakitkan, sakit kuning (semburat kuning ke gusi, mata dan kulit).

Bagaimana Parasetamol dapat Membuat Keracunan pada Anjing dan Kucing ?

Sebagian besar enzim yang bertugas memecah obat-obatan terdapat di hati/liver. Salah satu enzim bernama glukuronil transferase bertugas menempelkan molekul glukuronid pada molekul obat dan membuatnya tidak aktif sehingga dapat dibuang melalui ginjal (air kencing).

Kucing dan anjing adalah salah satu spesies dengan jumlah enzim glukuronil transferase yang sangat sedikit. Oleh karena itu obat-obatan yang menggunakan enzim tersebut, tidak dapat dibuang dengan sempurna melalui ginjal. Obat-obatan tersebut cenderung tetap aktif,

terakumulasi dalam aliran darah dan menyebabkan kerusakan parah pada organ-organ. Pada dosis berlebihan, parasetamol dapat menyebabkan kerusakan dan kematian sel-sel hati pada anjing. Sedangkan pada kucing menyebabkan gangguan metabolisme hemoglobin yang sering disebut methemoglobinemia.

Methemoglobin adalah bentuk hemoglobin yang tidak dapat mengikat & mentranspor oksigen. Methemoglobin yang berlebihan dalam darah mengakibatkan darah kucing tidak dapat mengangkut oksigen, tubuh kucing jadi kekurangan oksigen, jantung berdetak dengan cepat, nafas terengah-engah, dan selaput lendir mulai berwarna coklat tua. Lebih lanjut dapat menyebabkan kematian.

Pada dasarnya tidak ada antidota khusus untuk keracunan parasetamol. Meskipun demikian, beberapa obat dapat memperlambat produksi metabolit racun dan mengurangi kecepatan kerja racun.

Terapi keracunan parasetamol dapat berlangsung lama dan bervariasi karena kerusakan luas yang dapat ditimbulkannya, terutama pada kasus yang berat. Beberapa terapi simptomatis awal yang dapat dilakukan berupa induksi emesis, activated charcoal, pemberian cairan infus, acetyl cysteine (asam amino). Asam amino ini diperlukan agar hati dapat memperbaiki sel-sel yang rusak.

Baca juga artikel kesehatan hewan menarik lainnya di Blog Hewania. Selain itu, kamu juga bisa melakukan konsultasi dokter hewan secara online di Hewania. Tersedia berbagai pilihan dokter hewan yang bisa kamu pilih. Selain itu, kamu juga bisa mengatur jadwal konsultasi ini secara fleksibel.

Writer: drh. Novendra Sitepu

Editor: Galih Primananda Mulyana

Leave a Reply

hewania
appstore
playstore
Hewania Head Office

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!