bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

KucingKesehatanAlasan Kenapa Kucing Stress. Yuk Cegah dengan Hal Ini!

April 28, 2022by HEWANIA0

Hewanians, seperti manusia, kucing juga bisa mengalami stess dan anxiety. Sayangnya, perilaku kucing saat stress sangatlah sulit untuk ditebak. Bahkan, terkadang mereka bisa sengaja menyembunyikannya dari kita.

Meski begitu, kamu bisa mengetahui ada tanda-tanda stress pada kucing yang bisa kamu lihat. Simak artikelnya di bawah ini sampai habis, Hewanians!

Alasan Kenapa Kucing Stress

Seperti manusia, terdapat banyak sekali alasan kenapa kucing stress. Stress pada kucing merupakan respons langsung terhadap ancaman. Penting untuk mengenali tanda-tanda stress pada kucing dan mencoba untuk mengurangi rasa negatif tersebut.

Pasalnya, stress tidak hanya menyerang psikis kucing saja, tapi juga dapat memicu penyakit lain pada kucing. Seperti pada manusia, gejala lain dari stress pada kucing adalah hilangnya nafsu makan. Kondisi ini dapat menimbulkan penyakit yang lebih serius hingga ancaman kematian.

Salah satu alasan kenapa kucing stress adalah mereka tidak suka dengan perubahan. Bahkan, perubahan kecil saja yang terjadi pada lingkungan mereka dapat membuat kucing stress. Perubahan yang major seperti kedatangan penghuni baru di rumah seperti hewan lain atau pun orang lain dapat membuat kucing sangat stress. 

Selain dua alasan tadi, berikut beberapa alasan kenapa kucing stress:

    • Kunjungan ke klinik hewan: kebanyakan hewan peliharaan akan merasa stress ketika mereka mengunjungi klinik hewan, termasuk kucing. Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa meletakan pet crate selama perjalanan. Agar mereka lebih tenang, berikan mereka selimut yang nyaman.  
    • Pindah ke rumah baru: seperti yang sudah dijelaskan di atas, kucing sangat tidak suka dengan perubahan, termasuk ketika mereka harus pindah ke lingkungan atau rumah baru. Saat pertama kali sampai di rumah baru, letakan kucing di tempat yang terpisah. Kamu bisa memasukan barang-barang yang sebelumnya familiar untuk mereka seperti mainan favorit, tempat tidur, dan lain-lain.
  • Perubahan pada rutinitas sehari-hari: perubahan rutinitas yang kamu lakukan seperti bekerja juga bisa mempengaruhi stress pada kucing. Saat rutinitas kamu berubah, cobalah menyisihkan waktu untuk bermain dengan mereka.
  • Kebisingan: menurut Lauren Demos, Presiden dari American Association of Feline Practitioners, suara keras yang tiba-tiba juga bisa membuat kucing stress. Suara-suara seperti bunyi gedebuk, dentingan yang keras, hingga suara kembang api dapat membuat mereka tidak tenang. Meski begitu, reaksi stress kucing terhadap suara yang keras merupakan reaksi evolusioner.
  • Penampakan di luar jendela: pernahkah kamu melihat kucing begitu marah saat mereka sedang menatap jendela? Hal ini bisa jadi terjadi karena penampakan dari kucing yang tidak mereka kenal atau pun hewan lainnya seperti anjing. Karena mereka tidak bisa menyerang secara langsung, mereka pun akan frustasi. Rasa frustasi  inilah yang membuat mereka stress dan bisa saja menyerang hewan peliharaan di dekat mereka atau pun kamu sendiri.

Pemicu Lain Stress pada Kucing 

Selain perubahan lingkungan, terdapat beberapa penyebab stress pada kucing, yaitu:

  • Ketakutan:  Bencana alam seperti kebakaran, gempa bumi, hingga banjir termasuk penyebab klasik yang menimbulkan rasa takut pada kucing. Meskipun bencana alam termasuk force majeur (tidak dapat diprediksi), namun kamu tetap harus mempersiapkan rencana untuk membantu kucing menghadapi bencana alam afau kondisi yang tidak bisa diprediksi. Misal, sebelum menghadapi tahun baru, kamu bisa meletakan kucing di ruangan tenang.
  • Di-bully oleh Kucing Lain: Tahukah kamu jika kucing juga bisa di-bully oleh kucing lainnya? Hal ini tentu akan membuat mereka stress. Salah satu contoh umum dari bullying pada kucing adalah, ada kucing yang mendominasi liter box. Hasilnya, kucing yang tersingkirkan akan merasa stress dan menghindari BAB di liter box yang sudah di kuasai oleh kucing lain. Untuk memperbaiki hal ini, kamu bisa menyediakan liter box tambahan.

Cara Mengurangi Stress pada Kucing

Sebelum melakukan hal ini, kamu harus mengetahui secara pasti alasan kenapa kucing stress. Setelah itu, kamu bisa mencoba menghilangkan penyebab tersebut dan membuat kucing menjadi lebih tenang.

Misal, jika penyebab stress pada kucing adalah kebisingan dari luar, maka kamu bisa menutup pintu atau pun jendela di rumah dan meletakan kucing di ruangan yang aman. Selain itu, obat alami pereda stress seperti herbal maupun sari bunga dapat mengurangi stress pada kucing.

Namun, yang perlu diperhatikan, konsultasikan terlebih dahulu pemberian obat herbal ini kepada dokter hewan. Jika dokter hewan sudah menyetujui hal ini, maka berikan obat herbal pada kucing secara bertahap.

Selain obat herbal, kamu juga bisa memberikan produk yang meniru feromon (dalam bentuk semprotan ataupun plug-in) untuk mengurangi stess pada kucing. Produk-produk ini dapat meniru feromon yang digunakan kucing saat menandai wilayah mereka. 

Seperti yang diketahui, kucing merupakan hewan yang teritorial. Feromon ini dapat membuat mereka mersa lebih aman.

Kesimpulan

Itulah beberapa alasan kenapa kucing stress. Mayoritas penyebab stress pada kucing adalah perubahan pada lingkungan. Jadi kamu harus mengetahui terlebih dahulu apa sebenarnya perubahan yang dilakukan hingga membuat kucing menjadi stress.

Stress pada kucing merupakan masalah yang serius. Bahkan kondisi psikologis ini dapat memicu penyakit fatal yang lain. Untuk mengatasi stress pada kucing, kamu perlu melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter hewan.

Kamu bisa melakukan konsultasi dokter hewan secara online di Hewania. Tersedia berbagai pilihan dokter hewan yang bisa kamu pilih. Selain itu, kamu juga bisa mengatur jadwal konsultasi ini secara fleksibel.

Writer: Galih Primananda Mulyana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!