bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

Awal Overpopulasi Anjing di Lombok! Dan Apa Yang Dapat Kita Lakukan?

October 6, 2023by HEWANIA0

Dikutip dari laman Kementrian Kesehatan Indonesia, virus rabies kembali menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Kementerian kesehatan RI resmi mengumumkan bahwa terdapat 11 kasus kematian yang diakibatkan oleh rabies, dengan 95% kasus rabies disebabkan oleh gigitan anjing*. Permasalahan kasus rabies merupakan salah satu buntut dari dampak overpopulasi anjing liar yang tidak mendapatkan vaksin dan hidup dalam lingkup yang tidak sehat.

Kampanye #StoptoSave

Selain ancaman virus Rabies, dampak dari overpopulasi anjing liar juga membuat kehidupan anjing- anjing liar mengkhawatirkan. Ancaman kelaparan, terluka akibat berebut makanan, hingga dimusuhi bahkan disiksa karena dianggap mengganggu menjadi buntut permasalahan overpopulasi.

Lombok sebagai daerah dengan populasi anjing liar terbanyak di Indonesia menjadi salah satu fokus dalam permasalahan ini. Sebagai tanggapan atas masalah yang mendesak ini, ON-SITE STUDIO membantu Shelter for Lombok Dogs dalam kampanye bertajuk #StoptoSave.

Kampanye #StoptoSave bertujuan untuk menyebarkan kepedulian dan kesadaran masyarakat luas mengenai seriusnya permasalahan overpopulasi anjing liar di Lombok. Harapannya, melalui kampanye #StoptoSave, masyarakat lebih peduli dan bisa ikut andil dalam upaya untuk bisa mensterilisasi 100 anjing per bulan untuk menekan angka kelahiran anjing liar di Lombok. Mereka juga berharap jangka panjang dari kampanye ini bisa menggerakan pemerintah agar mengambil tindakan untuk menangani permasalahan ini.

Jourena Juliet, founder dari Shelter for Lombok Dogs menjelaskan, “Saat ini kita sudah mensterilisasi 55 anjing sampai bulan Mei ini dalam upaya menekan angka overpopulasi anjing liar, tapi kita stop karena kekurangan dana, dan kita berharap pemerintah yang bisa bantu agar sterilisasi ini masuk kedalam program pemerintah.”

Lebih dari itu, sterilisasi adalah upaya untuk memastikan bahwa anjing-anjing ini hidup tanpa rasa sakit dan cedera yang tidak perlu. Dengan mengurangi risiko kelahiran yang tidak diinginkan, kita dapat memberikan mereka peluang untuk hidup lebih nyaman dan sehat.

Biaya untuk sterilisasi menjadi problem utama dalam memberantas permasalahan overpopulasi anjing liar, selain itu memenuhi kebutuhan dasar anjing liar seperti makanan dan obat-obatan menjadi prioritas selanjutnya. CPPETINDO perusahaan yang memproduksi makanan hewan peliharaan memiliki program CPPETINDO Save Shelter hadir untuk membantu Shelter for Lombok Dogs dalam upaya mensejahterakan hewan peliharan di seluruh Indonesia.

“Kampanye #StoptoSave selaras dengan misi kami dan membantu kami dalam menjangkau daerah yang belum terjangkau oleh program CPPETINDO Save Shelter. Kami berharap bantuan dari kami dapat membantu pembangunan fasilitas, mencukupi kebutuhan para tenaga kerja, dan kebutuhan para anjing di Lombok” Jelas Vania, Brand Executive CPPETINDO

Kampanye ini dilakukan mulai 1 Juli hingga 31 Desember 2023, di platform online seperti Instagram, dan TikTok. ON-SITE STUDIO dan Shelter for Lombok Dogs juga turut menggandeng Leo Edwin, seorang Youtuber sebagai paw hero representative untuk bisa menyebarkan kampanye ini dan mengedukasi secara masif kepada audiensnya.

Selain upaya adopsi, masyarakat bisa langsung ikut andil melalui situs galang dana Kitabisa.com/campaign/StoptoSave, masyarakat dapat menunjukkan kepeduliannya dengan berdonasi langsung dalam upaya peningkatan kehidupan anjing liar yang lebih layak.

Writer: ONSITE

SUMBER:

Rokom. 2023. KLB Rabies Terjadi di indonesia (https://upk.kemkes.go.id/new/klb-rabies-terjadi-di- indonesia#:~:text=Saat%20ini%20diketahui%20bahwa%20jumlah,indonesia%20pada%20April%202 023%20ini)

Leave a Reply

hewania
appstore
playstore
Hewania Head Office

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!