bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

KucingKesehatanSekilas Mirip, Ini Beda Kucing Flatnose dan Peaknose. Yuk Simak!

Januari 9, 2023by HEWANIA0

Hewanians, apakah saat ini kamu sedang ingin memelihara kucing flatnose ataupun peaknose? Meski terlihat mirip, ternyata kedua jenis kucing ini berbeda loh. Apakah kamu sudah tahu perbedaannya? Yuk simak beda kucing flatnose dan peaknose di bawah ini!

Beda Kucing Flatnose dan Peaknose

Kucing flatnose dan peaknose adalah dua jenis kucing yang memiliki fitur wajah yang berbeda juga. Kucing flatnose memiliki wajah yang lebih datar dan pendek, sementara kucing peaknose memiliki wajah yang lebih tajam dan runcing. Perbedaan ini disebabkan oleh variasi genetik yang berbeda.

Kucing flatnose biasanya memiliki hidung yang lebih datar dan lebih pendek daripada kucing peaknose. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi beberapa kucing flatnose, seperti masalah pernapasan ataupun  masalah pada mata. 

Meski begitu, tidak semua kucing flatnose mengalami masalah kesehatan seperti di atas. Banyak dari mereka yang bisa hidup dengan normal tanpa mengalami masalah kesehatan tadi.

Di sisi lain, kucing peaknose memiliki wajah yang lebih tajam dan runcing, dengan hidung yang lebih panjang dan menonjol. Mereka biasanya tidak mengalami masalah kesehatan yang disebabkan oleh bentuk wajah mereka.

Kedua jenis kucing ini juga dapat memiliki bulu yang berbeda-beda, warna yang berbeda-beda, dan ukuran tubuh yang berbeda. Namun, fitur wajah merupakan hal yang paling menonjol yang menjadi beda kucing flatnose dan peaknose.

Penyakit yang Umumnya Menyerang Kucing Peaknose

Secara umum, kucing peaknose biasanya tidak lebih rentan terhadap penyakit tertentu karena bentuk wajah mereka. Mereka dapat terkena penyakit yang sama dengan kucing lainnya, seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan penyakit ginjal. 

Namun, karena bentuk wajah mereka tidak menyebabkan masalah kesehatan yang spesifik, maka kucing peaknose tidak lebih rentan terhadap penyakit tertentu daripada kucing lainnya.

Sebagai pemilik kucing, penting untuk memastikan bahwa kucing kamu mendapatkan perawatan yang tepat, termasuk vaksinasi, pemeriksaan rutin oleh dokter hewan, dan makanan yang seimbang. 

Ini akan membantu mencegah penyakit dan memastikan kucing peaknose kamu sehat sepanjang waktu. Jika kamu merasa bahwa kucing kamu mengalami masalah kesehatan, segera bawa dia ke dokter hewan untuk perawatan yang tepat.

Penyakit yang Umumnya Menyerang Kucing Flatnose

Kucing flatnose memiliki wajah yang lebih datar dan pendek daripada kucing peaknose, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi beberapa individu. Masalah yang sering terjadi pada kucing flatnose termasuk:

1. Masalah Pernapasan

Hidung yang datar dan pendek dapat menyulitkan kucing flatnose untuk bernapas dengan mudah. Ini dapat menyebabkan sesak napas, batuk, atau bahkan pneumonia. 

Selain itu, secara umum kucing dapat mengalami kesulitan bernapas (dikenal sebagai dispnea) karena berbagai alasan, mulai dari benda asing yang tersangkut di tenggorokan hingga infeksi saluran pernapasan atau alergi. 

Bergantung pada apa yang menyebabkan masalah dan seberapa parahnya penyakit ini, masalah pernapasan bisa menjadi situasi yang bisa mengancam jiwa loh, Hewanians.

2. Masalah pada mata

Selaian masalah pernapasan, kucing flatnose juga dapat memiliki masalah pada mata, seperti konjungtivitis atau keratitis. Hal ini disebabkan karena hidung yang datar dan pendek tidak dapat mengalirkan cairan mata dengan baik. 

Ada banyak kondisi berbeda yang dapat memengaruhi mata kucing, termasuk: 

  • Cedera
  • Infeksi
  • Perubahan tekanan, 
  • Masalah kelopak mata, 
  • dan bahkan penyakit di bagian tubuh lain seperti diabetes. 

3. Obesitas

Kucing flatnose juga lebih rentan terhadap obesitas karena metabolisme mereka yang lebih lambat dibandingkan dengan kucing peaknose. 

Menurut Pet PMD, Seekor kucing dianggap kelebihan berat badan jika beratnya 10-20% lebih berat dari berat badan idealnya, dan obesitas jika lemak berlebih lebih dari 20% di atas berat badan idealnya. Obesitas kucing adalah penyakit yang sangat umum, terjadi pada hingga 63% kucing di negara-negara maju.

Namun, tidak semua kucing flatnose mengalami masalah kesehatan yang disebabkan oleh bentuk wajah mereka, dan banyak yang menjalani hidup normal. 

Sebagai pemilik kucing, penting untuk memastikan bahwa kucing kamu mendapatkan perawatan yang tepat, termasuk vaksinasi, pemeriksaan rutin oleh dokter hewan, dan makanan yang seimbang. 

Ini akan membantu mencegah penyakit dan memastikan kucing kamu sehat sepanjang waktu. Jika kamu merasa bahwa kucing kamu mengalami masalah kesehatan, segera bawa dia ke dokter hewan untuk perawatan yang tepat.

Kamu bisa melakukan konsultasi dokter hewan secara online di aplikasi Hewania. Aplikasi Hewania menyediakan layanan konsultasi dokter hewan yang bisa kamu nikmati secara online. Selain itu, kamu juga bisa membaca artikel kesehatan hewan lainnya pada aplikasi ini.

Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Hewania sekarang juga!

Writer: Galih Primananda Mulyana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
appstore
playstore
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!