bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

KesehatanKucingDiabetes Melitus Pada Kucing Obesitas Bisa Berujung Kematian

Agustus 16, 2021by hewania0

Diabetes melitus umum dikenal sebagai penyakit pada manusia. Tapi tahukah kamu, ternyata hewan peliharaan seperti kucing dan anjing juga berpotensi menderita penyakit ini?

Diabetes melitus merupakan penyakit yang disebabkan ketidakmampuan tubuh menghasilkan insulin yang cukup untuk menyeimbangkan kadar gula darah. Pada hewan peliharaan, diabetes melitus yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan penurunan berat badan, hilangnya nafsu makan, muntah, dehidrasi, depresi berat, masalah pada fungsi motorik tubuh hingga kematian.

Mantan praktisi kucing yang juga merupakan profesor dan kepala kedokteran hewan di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Illinois, Thomas Graves dalam wawancara eksklusifnya bersama WebMD mengatakan, dari total populasi kucing, 0,5%-2% terdiagnosa menderita diabetes melitus. “Angka tersebut masih perkiraan, kemungkinan juga banyak yang belum terdiagnosa,” ungkapnya.

Thomas melanjutkan, umumnya kasus diabetes melitus ditemukan pada kucing gemuk dibandingkan dengan kucing yang memiliki berat badan ideal. Selain itu, ada gejala khas yang ditunjukkan seekor kucing dengan diabetes melitus. “Meningkatnya rasa haus dan intensitas buang air kecil merupakan gejala utamanya. Pada beberapa kucing, ditemukan gejala lain seperti nafsu makan yang berlebih (rakus). Ini karena tubuh mereka tidak bisa memakai bahan bakar yang disediakan makanan dengan baik,” jelasnya.

Mencegah Diabetes Melitus Pada Kucing

Lantas apakah dapat dilakukan pencegahan agar kucing tidak obesitas sehingga terbebas dari ancaman penyakit diabetes melitus? Thomas mengatakan, sebenarnya belum dapat dipastikan apakah dengan menjaga berat badan seekor kucing tetap ideal dapat menjauhkannya dari penyakit ini. Menurutnya, penelitian terkait cara itu belum ada.

Meski begitu, ada kepercayaan umum yang selama ini dilakukan dan menurutnya, masih berdasar pada studi klinis yaitu melakukan diet rendah karbohidrat. Dijelaskan Thomas, metode diet ini bukan menjadikan kucing bebas dari resiko diabetes, tetapi membantu mengontrol kadar gula darah dalam tubuhnya. Mengingat obesitas adalah salah satu faktor risiko diabetes melitus.

Selain berat badan, Thomas menyebutkan faktor genetik sebagai kemungkinan lain yang menyebabkan seekor kucing menderita diabetes. “Ada juga beberapa ras kucing yang lebih sering terkena diabetes melitus daripada ras yang lain. Ini menunjukkan bahwa mungkin ada komponen genetik yang terlibat sebagai faktor,” paparnya.

Dampak panjang dari penyakit ini adalah kematian. Itulah sebabnya, Thomas mengimbau, siapa saja yang memelihara kucing, sebaiknya melakukan kontrol dengan ketat. “Diabetes berhubungan dengan infeksi, gangguan saraf tepi dan masalah kesehatan lainnya. Jika tidak dikontrol dengan baik, maka akan terjadi situasi darurat yang parah,” ungkap Thomas.

Sebaliknya, jika pemilik memperhatikan kesehatan kucing kesayangannya dengan serius, maka kucing dengan penyakit diabetes melitus justru memiliki kesempatan untuk hidup lebih lama. “Kami melihat banyak kucing diabetes yang dikontrol selama bertahun-tahun dapat mencapai usia yang lebih panjang. Karenanya, butuh komitmen seumur hidup untuk melakukan kontrol setiap hari.”

Meski melihat kucing gemuk tentu akan sangat menggemaskan, Hewanians perlu lebih waspada terhadap risiko diabetes melitus. Lakukan kontrol kesehatan secara berkala dan biasakan untuk menerapkan pola hidup sehat untuk kucing kesayanganmu. Tidak ada salahnya mulai mencoba diet rendah karbohidrat yang bisa membantu mengendalikan kadar gula dalam darah. Perhatikan juga makanan dan minuman yang berbahaya untuk dikonsumsi kucingmu. Bila kucingmu menunjukkan salah satu gejala di atas, segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan. Informasi terbaru seputar kesehatan hewan peliharaan dapat kamu baca melalui Blog Hewania.

Penulis: Jessica Patricia Tanjung
Ditinjau oleh: drh. Nevia Setyo Anastasia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!