bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

KesehatanAnjingKucingBahaya Diabetes Mellitus Pada Hewan Peliharaan. Ini Faktanya

Maret 15, 2022by HEWANIA0

Hewanians, seperti manusia, hewan peliharaan seperti anjing maupun kucing bisa berpotensi terkena diabetes melitus. Biasanya, faktor seperti umur ataupun berat badan dapat mempengaruhi penyakit ini pada anabul. Yuk kenali bahayanya diabetes mellitus pada hewan peliharaan seperti anjing dan kucing lewat artikel di bawah ini.

Apa Itu Diabetes Mellitus pada Hewan Peliharaan?

Diabetes melitus merupakan kondisi dimana tubuh hewan peliharaan tidak mampu memproduksi ataupun merespon hormone insulin secara normal. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah, atau sering disebut dengan hiperglikemia.

Jenis-jenis Diabetes Mellitus pada Hewan Peliharaan

Diabetes mellitus pada hewan peliharaan sendiri terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut ini 4 jenis diabetes mellitus yang harus kamu ketahui:

Diabetes Mellitus Tipe 1 (insulin-dependent diabetes)

Diabetes Mellitus tipe 1 disebabkan karena tidak adanya produksi insulin sama sekali. Hal ini mengakibatkan hewan peliharaan akan mengalami ketergantungan pada insulin seumur hidupnya. 

Diabetes tipe ini sangat jarang ditemukan pada kucing, namun banyak terjadi pada anjing. 

Diabetes Mellitus Tipe 2 (non-insulin–dependent)

Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan tipe diabetes yang yang disebabkan karena kurangnya produksi dan tidak efektifnya kerja insulin. Diabetes tipe ini paling banyak ditemukan pada kucing. 

Diabetes Mellitus Gestational 

Diabetes ini biasanya terjadi pada saat kehamilan hewan peliharaan. Sedangkan diabetes mellitus tipe lain dapat disebabkan oleh pemakaian obat dan beberapa faktor lainnya. Kedua jenis tipe ini sangat jarang ditemukan pada anjing dan kucing

Faktor yang Beresiko Mempengaruhi Diabetes Mellitus Pada Hewan Peliharaan

Ada beberapa faktor yang beresiko mempengaruhi diabetes mellitus pada hewan peliharaan dalam jangka waktu panjang, yaitu:

  • Umur
  • Jenis kelamin
  • Berat badan
  • Jenis breed
  • Aktivitas fisik 
  • dan Penggunaan glukokortikoid (steroid) 

Faktor-faktor diatas dapat menyebabkan penurunan sensitivitas insulin dan meningkatkan produksi insulin oleh sel β pankreas. 

Selain itu, kucing ataupun anjing yang memiliki obesitas empat kali lebih berisiko mengalami diabetes daripada kucing atau anjing dengan berat badan ideal.  

Oleh karena itu, kamu harus selalu menjaga berat badan ideal dengan cara menerapkan pola aktivitas fisik yang baik bagi hewan kesayangan.

Gejala Klinis Diabetes Mellitus Pada Hewan Peliharaan

Ada berbagai gejala klinis yang ditunjukan hewan peliharaan saat mengidap diabetes mellitus, namun yang paling umum adalah penurunan berat badan meskipun nafsu makan masih bagus.

Selain itu, mereka juga biasanya akan terlihat gampang haus dan lebih sering buang air kecil. 

Penurunan berat badan ini terjadi karena tubuh tidak mampu mengabsorbsi gula dalam darah, sehingga tubuh menggunakan lemak dan protein untuk menutrisi sel-sel tubuh. 

Oleh karena itu berat badan hewan akan terus menurun meskipun nafsu makan sangat bagus.

Kemudian, kadar gula yang tinggi dalam darah ini bisa mengakibatkan kerja ginjal dalam filtrasi darah menjadi berat sehingga glukosa banyak terbuang melalui urine. Hal inilah yang membuat hewan peliharaan lebih sering dehidrasi, sehingga terjadi peningkatan konsumsi air dan frekuensi urinasi.

Pada kasus diabetes yang tidak terkontrol, hewan dapat mengalami kerusakan syaraf pada kaki belakang, yang dapat membuat mereka berjalan atau berdiri dengan posisi plantigrade. Meskipun begitu, kondisi ini dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat.

Cara Mendiagnosa Diabetes Mellitus pada Hewan Peliharaan

Untuk mengatasi diabetes mellitus pada hewan peliharaan, kamu wajib menyerahkannya pada dokter hewan. Nantinya, dokter hewan akan melakukan diagnosis dengan cara melakukan test darah untuk mengetahui kadar glukosa dalam darah. 

Namun, pada beberapa kasus, pemeriksaan darah saja tidak cukup. Hal ini karena tingginya kadar glukosa dalam darah juga dapat disebabkan karena stress hiperglikemia. 

Stress hiperglikemia merupakan sebuah kondisi hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa dalam darah yang timbul pada saat hewan menderita sakit dan tidak terbukti menderita diabetes sebelumnya.

Jika hal ini terjadi, maka perlu dilakukan tes selanjutnya bernama fructosamine concentration test. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan kadar glukosa dalam darah dalam kurun waktu dua minggu terakhir. 

Hal ini dapat memastikan apakah tingginya kadar glukosa dalam darah disebabkan oleh stress  hiperglikemia atau tidak.

Cara Mengobati Diabetes Mellitus pada Hewan Peliharaan

Untuk mengobati diabetes mellitus, dapat diberikan injeksi insulin yang diberikan secara subcutan setiap 12 jam. Selain pemberian insulin secara injeksi, diet rendah karbohidrat (baik wet food maupun dry food) juga diperlukan untuk memperbaiki regulasi glukosa dalam darah. 

Sampai saat ini, waktu pemberian makan efektif untuk diet ini masih menjadi perdebatan. Beberapa sumber menyarankan pemberian pakan dilakukan bersamaan dengan pemberian insulin untuk menghindari penurunan kadar glukosa drastis dalam darah yang dapat membahayakan hewan. 

Kesimpulan

Selain pengobatan yang tepat, pemantauan yang baik oleh kamu dan dokter hewan.juga diperlukan bagi hewan penderita diabetes mellitus. Pemantauan kadar gula darah dan kondisi fisik yang rutin dapat mencegah hewan dari komplikasi yang dapat ditimbulkan dalam jangka waktu yang panjang.

Buat kamu yang sedang mengalami diabetes mellitus pada hewan peliharaan, kamu bisa melakukan konsultasi dokter hewan online gratis di Hewania. Tersedia berbagai pilihan dokter hewan yang bisa kamu pilih loh.

Tunggu apalagi? Yuk konsultasikan kesehatan hewan peliharaan kesayangan kamu di Hewania.

Writer: drh. Tuti Widawati

Editor: Galih Primananda Mulyana

Referensi:

Maylina. Leni, dkk. 2016. “Diabetes Mellitus pada Kucing.” Rshpfkh.ipb.ac.id.

Baker JR, Metcalf PA, Holdaway IM, Johnson RN. Serum fructosamine concentration as measure of blood glucose control in type I (insulin dependent) diabetes mellitus. Br Med J (Clin Res Ed). 1985 Feb 2;290(6465):352-5.

Jacquie S. Rand, Linda M. Fleeman, Heidi A. Farrow, Delisa J. Appleton, Rose Lederer, Canine and Feline Diabetes Mellitus: Nature or Nurture?, The Journal of Nutrition, Volume 134, Issue 8, August 2004, Pages 2072S–2080S.

“Diagnosis and Management of Feline Diabetes – What’s New?.” Veterinary Ireland Journal 9 (5) : 258 – 261. May 2019

Gottlieb, S., & Rand, J. (2018). Managing feline diabetes: current perspectives. Veterinary medicine (Auckland, N.Z.)9 : 33–42.

Sparkess. Andrew H, et all. 2015. “ISFM Consensus Guidelines on the Practical Management of Diabetes Mellitus in Cats.” Journal of Fline Medicine and Surgery. Volume 17. Issue 3: 235 – 250.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!