bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

AnjingKesehatanGeneral Check Up untuk Anjing Senior. Apa Saja yang Harus di Check?

September 3, 2022by HEWANIA0

Hallo Hewanians, kamu pasti ingin selama mungkin hidup bersama anjing kamu. Walau masa hidup mereka tidak sepanjang masa hidup manusia, tapi banyak upaya yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan masa hidup mereka, salah satunya dengan melakukan check up rutin untuk memeriksa kondisi kesehatan mereka.

Anjing memiliki toleransi rasa sakit yang tinggi, sehingga banyak gejala yang luput dari perhatian pemilik hewan karena anjing pintar menyembunyikannya. Hal inilah yang menyebabkan check up rutin terutama untuk anjing senior sangat diperlukan.

Namun kapan sih anjing bisa dikatakan senior atau tua? Menurut American Veterinary Medical Association, anjing memasuki usia senior di umur 6-7 tahun. Apabila disamakan ke umur manusia, di umur segini anjing ras kecil dan medium berusia pertengahan 40 tahun dan anjing ras besar berusia 50 tahun awal.

Sama seperti manusia yang sudah senior, penurunan fungsi organ umum terjadi seiring pertambahan usia. Dengan mendeteksi penurunan fungsi organ secara dini, kita sebagai pemilik hewan bisa memberikan perawatan tambahan untuk anjing kita agar mereka bisa hidup lebih lama tetapi juga memiliki kualitas hidup yang baik sampai di akhir hidup mereka. Yuk kita bahas lengkap tentang apa saja yang anjing senior kamu perlukan di general check up anjing senior!

1. Pemeriksaan fisik

Dokter Hewan kamu akan melakukan pemeriksaan fisik anjing kamu dari hidung ke ekor. Pemeriksaan ini meliputi:

  1. Pemeriksaan mata untuk mendeteksi kondisi glaukoma, mata kering, atau katarak yang umum terjadi pada anjing tua.
  2. Pemeriksaan telinga dan juga ketajaman indera pendengaran.
  3. Pemeriksaan mulut dan juga karang gigi.
  4. Kondisi vital anjing kamu seperti suara dan ritme detak jantung.
  5. Pemeriksaan suara paru-paru.
  6. Suhu tubuh, cara berjalan, dan juga meraba keseluruhan permukaan tubuh untuk mendeteksi apakah adanya benjolan yang tidak wajar.
  7. Body condition score (BCS) untuk memeriksa berat badan anjing kamu, apakah terlalu kurus, ideal, atau obesitas.

Pemeriksaan fisik sangat penting karena hasil dari pemeriksaan ini akan dijadikan dasar dari pemeriksaan lanjutan seperti tes darah, cek urin, dan XRAY.

2. Tes Hematology/Profil Darah Lengkap

Tes ini bertujuan melihat jumlah macam-macam sel darah, seperti sel darah putih untuk melihat kondisi infeksi dan peradangan, sel darah merah yang bertugas membawa oksigen, dan platelet atau trombosit yang berperan dalam menghentikan pendarahan.

3. Tes Biokimia Darah

Tes biokimia darah dilakukan untuk memeriksa fungsi organ-organ dalam seperti ginjal, hati, kantung empedu, dan pankreas. Tes ini krusial dilakukan pada anjing senior karena penurunan fungsi ginjal dan liver sangat umum terjadi pada mereka, dan semakin cepat dideteksi semakin besar kesempatan untuk bisa ditangani. Selain fungsi organ, dari tes biokimia juga bisa didapatkan data gula darah, kolesterol, dan protein darah albumin dan globulin.

4. Urinalysis

Pemeriksaan urin diperlukan untuk mendeteksi keberadaan infeksi di saluran kencing, kristal di saluran kencing, dan juga berperan dalam memeriksa fungsi ginjal sebagai bagian dari saluran kencing atas.

5. XRAY/Rontgen

Tes ini akan dilakukan apabila dokter hewan kamu memiliki kecurigaan anjing senior kamu mengalami radang sendi atau masalah tulang lainnya yang umum terjadi pada anjing senior. XRAY juga bisa dilakukan untuk melihat kondisi lapang paru-paru dan melihat besar jantung, bentuk saluran pencernaan, dan juga saluran perkencingan dan kelamin.

Selain tes-tes di atas, perawatan dasar seperti vaksinasi, obat cacing, dan obat kutu wajib diberikan secara rutin untuk anjing kamu. Tes-tes di atas juga disarankan dilakukan setiap 3-6 bulan, tergantung dari ras dan kondisi anjing kamu saat diperiksa oleh dokter hewan.

Namun periksakan segera anjing kamu apabila kamu mengamati anjing kamu memiliki gejala seperti penurunan berat badan, lemas, berubahnya nafsu makan, peningkatan jumlah minum dan frekuensi kencing, munculnya benjolan, tiba-tiba menjadi bau tidak sedap, dan perubahan perilaku. Jangan ragu konsultasikan ke dokter hewan mengenai permasalahan kamu dan juga tantangan apa yang kamu alami dalam menjaga kesehatan anjing kamu.

Writer: drh Talita Milani

Editor: Galih Primananda Mulyana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!