Infeksi Jamur pada Kandung Kemih dan/atau Uretra pada Kucing
Jamur biasanya ditemukan pada kulit kucing dan juga banyak terdapat di lingkungan luar. Organisme ini sebagian besar tidak berbahaya, atau tubuh kucing mahir melawan efek buruk yang mungkin ditimbulkan oleh jamur. Infeksi jamur jarang terjadi pada kucing. Namun, dalam beberapa kasus, beberapa jenis jamur dapat menghuni dan menginfeksi saluran kemih bagian bawah, menyebabkan gejala infeksi. Jamur juga dapat muncul dalam urin setelah dilepaskan dari ginjal. Infeksi tidak selalu tampak, dan mungkin ada selama beberapa waktu sebelum menimbulkan gejala. Kucing dari segala usia, ras, atau jenis kelamin dapat terpengaruh.
Baca Juga: Ileus pada Kucing: Gangguan Pergerakan Usus yang Perlu Diwaspadai!
Gejala dan Jenis
Meskipun infeksi jamur telah menetap di saluran kemih bagian bawah, banyak kucing yang tidak menunjukkan gejala klinis. Namun, pada kucing lain,
gejala berikut dapat terlihat:
- Kesulitan buang air kecil
- Peningkatan frekuensi buang air kecil dalam jumlah sedikit
- Darah dalam urin (hematuria)
Gejala yang sangat umum:
- Sering buang air kecil dalam jumlah sedikit (Pollakiuria)
Gejala umum:
- Kesulitan buang air kecil atau ketidakmampuan untuk buang air kecil (Disuria)
- Urine berdarah (Hematuria)
Gejala jarang:
- Nafsu makan berkurang atau kehilangan nafsu makan (anoreksia)
- Demam
Kucing dengan infeksi jamur pada saluran kemih bagian bawah sering menunjukkan gejala non-spesifik yang juga terjadi pada infeksi bakteri saluran kemih. Ini termasuk sering buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, dan adanya darah dalam urine (hematuria).
Selain itu, gejala seperti peningkatan menjilati area genital, kebersihan yang buruk di dalam rumah, dan kegelisahan atau iritabilitas secara umum dapat diamati. Dalam kasus yang parah, penyumbatan total saluran kemih dapat terjadi, yang merupakan keadaan darurat. Kadang-kadang, gejala sistemik seperti demam, kehilangan nafsu makan, atau lesu juga dapat terjadi, terutama jika infeksi tidak diobati tepat waktu dan menyebar ke area tubuh lainnya.
Penyebab
Berikut adalah faktor risiko yang dapat membuat kucing Anda rentan terhadap infeksi jamur saluran kemih bagian bawah. Seringnya kucing berada di luar ruangan, dikombinasikan dengan salah satu faktor ini, dapat meningkatkan risiko.
- Diabetes melitus
- Operasi
- Pemasangan kateter urin
- Infeksi bakteri saluran kemih bagian bawah secara bersamaan
- Penggunaan antibiotik yang berlebihan
Baca Juga: Ileus pada Kucing: Gangguan Pergerakan Usus yang Perlu Diwaspadai!
Diagnosis
Anda perlu memberikan riwayat kesehatan kucing Anda secara menyeluruh kepada dokter hewan, termasuk deskripsi gejala dan waktu kemunculannya. Setelah mendapatkan riwayat yang detail, dokter hewan akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap pada kucing Anda. Tes laboratorium akan mencakup hitung darah lengkap (CBC), profil biokimia, dan urinalisis. Hasil hitung darah lengkap dan profil biokimia seringkali normal. Namun, jika infeksi jamur telah menyebar ke organ tubuh lain, kelainan pada tes ini akan bergantung pada organ mana yang terpengaruh.
Urinalisis penting dalam diagnosis penyakit ini karena jamur seringkali dikeluarkan melalui urin dan pengujian laboratorium dapat mengkonfirmasi keberadaan jamur dalam urin. Dokter hewan Anda juga akan merekomendasikan tes kultur urin, yang memungkinkan untuk menumbuhkan dan mengidentifikasi jamur penyebabnya. Berbagai spesies jamur dapat diidentifikasi berdasarkan pola pertumbuhan dan karakteristiknya yang berbeda pada kultur. Tes yang lebih spesifik juga tersedia untuk mengidentifikasi spesies jamur yang paling umum yang menyebabkan infeksi pada hewan. Dokter hewan Anda akan merekomendasikan tes ini jika jamur yang terlibat dalam infeksi tidak dapat diidentifikasi melalui pengujian kultur.
Pengobatan
Infeksi jamur jarang terjadi pada kucing, biasanya terjadi dengan adanya faktor risiko tertentu lainnya yang diketahui dapat membuat kucing rentan terhadap infeksi jamur. Mengidentifikasi dan memperbaiki faktor risiko ini penting untuk pengobatan infeksi secara keseluruhan. Obat antijamur akan diresepkan untuk menghilangkan infeksi, dengan durasi pengobatan yang bervariasi tergantung pada masing-masing hewan. Kateter urin dapat digunakan untuk memasukkan obat langsung ke saluran kemih bagian bawah, dengan infus berulang diberikan jika diperlukan sampai kucing benar-benar pulih.
Kehidupan dan Pengelolaan
Pada beberapa kucing, pengobatan jangka panjang mungkin diperlukan untuk penyembuhan total gejala klinis. Selama pengobatan, sampel urin akan kembali dikumpulkan dan dikirim ke laboratorium untuk pengujian kultur. Biasanya dua kultur urin dilakukan dengan interval 10-14 hari untuk melihat apakah infeksi jamur telah sembuh atau belum. Kultur jamur akan diulang dua bulan setelah penghentian terapi.
Anda perlu memperhatikan pola makan kucing Anda dan juga mengikuti rekomendasi dokter hewan Anda mengenai pengobatan. Pantau penampilan urin kucing Anda sesering mungkin untuk melihat perubahan warna cairan, dan perhatikan apakah kucing mengalami kesulitan buang air kecil. Jika ada sesuatu yang tampak tidak biasa, konsultasikan dengan dokter hewan Anda agar penyesuaian pengobatan dapat dilakukan.
Baca Juga: Epiphora pada Kucing: Ketika Produksi Air Mata Berlebihan Terjadi!
Pastikan kamu memberikan yang terbaik bagi hewan kesayangan kamu. Salah satu hal penting yang harus dilakukan adalah dengan membawa hewan peliharaan kamu ke klinik hewan secara rutin untuk memeriksakan kesehatannya.
Di klinik hewan, dokter hewan akan melakukan pemeriksaan terhadap hewan peliharaan kamu untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Dokter hewan juga dapat memberikan saran dan rekomendasi tentang perawatan yang tepat bagi hewan peliharaan kamu.
Jangan biarkan hewan peliharaan kamu menderita karena tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Segera buat janji dengan klinik hewan dan bawa hewan peliharaan kamu untuk diperiksa.
Jika kamu mencari tempat yang tepat untuk merawat hewan peliharaan kamu, Klinik Hewania adalah pilihan yang tepat untuk kamu!
Klinik Hewania menyediakan berbagai pilihan dokter hewan yang berkualitas, siap memberikan perawatan terbaik untuk hewan peliharaan kamu. Klinik Hewania menawarkan berbagai jenis layanan, mulai dari pemeriksaan rutin hingga perawatan spesialis.
Jadi, tunggu apalagi? Segera buat janji dengan Klinik Hewania untuk merawat hewan peliharaan kamu dan pastikan bahwa mereka mendapatkan perawatan yang terbaik
Writer: drh. Ida Sukma Kuswardhani




