bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

Ini Tanda-tanda Kucing Marah dan Cara Meredakannya

October 20, 2023by Galih Primananda0

Hewanians, memahami  tanda-tanda kucing marah dapat membantu kamu  menjaga kesejahteraan mereka. 

Hal Ini memungkinkan kamu untuk menghindari situasi yang membuat kucing stres atau marah, yang dapat mempengaruhi kesehatan mereka.

Yuk ketahui tanda-tanda kucing marah pada artikel dibawah ini!

Tanda-tanda Kucing Marah

Jika kamu melihat perilaku marah pada kucing, tindakan yang perlu diambil sangatlah krusial. Hindari memicu kucing yang marah dengan menghindari berbagai tindakan seperti menatap mereka, berteriak, atau membuat gerakan tiba-tiba. 

Lebih baik menjauh perlahan tanpa mencoba menyentuh atau menghibur mereka, karena hal ini bisa dianggap sebagai ancaman tambahan yang dapat memicu serangan. Saat mereka marah, Berikan kucing kamu waktu dan ruang untuk mereda.

Tanda-tanda kucing marah diantaranya:

  • Postur tubuh yang kaku, 
  • Ekor yang tertekuk kaku atau lurus, 
  • Postur tubuh seperti bulu yang tegak, kaki depan yang kaku, atau berjongkok dengan sikap yang mengancam. 
  • Telinga mereka akan menegang, punggung mengecil di sekitar kepala, dan kumis yang kaku dari wajah mereka. 
  • Mata mereka akan keras dan terfokus, dan kadang-kadang pupilnya akan menyempit, meskipun beberapa kucing mungkin memiliki mata yang bulat dan tidak berkedip.

Selain itu, kucing juga akan menunjukan perilaku yang sangat berbeda dari biasanya, seperti diam, mendesis, meludah, atau menggeram.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Kucing Marah?

Meredakan kucing yang sedang marah memerlukan tindakan yang hati-hati dan bijak. Berikut adalah beberapa cara untuk meredakan kucing yang marah:

  1. Jaga Jarak: Pertama-tama, berikan kucing Anda ruang pribadi. Jangan mencoba mendekati kucing yang sedang marah secara langsung. Biarkan mereka merasa aman dengan menjauh.
  2. Hindari Stimulus: Pastikan untuk menghindari tindakan atau stimulus yang memicu kemarahan kucing. Ini termasuk menghindari menatap mata kucing, berteriak, atau membuat gerakan tiba-tiba.
  3. Biarkan Kucing Tenang Sendiri: Kucing mungkin perlu waktu untuk mereda. Biarkan mereka sendirian dalam lingkungan yang aman dan dikenal bagi mereka.
  4. Hindari Kontak Fisik: Tidak disarankan untuk mencoba menyentuh atau menghibur kucing yang marah, karena mereka dapat menafsirkan ini sebagai ancaman tambahan.
  5. Berbicara dengan Suara Lembut: Meskipun hindari berteriak, kamu bisa mencoba berbicara dengan suara lembut dan menenangkan untuk memberikan kenyamanan verbal kepada kucing.
  6. Jangan Serang Balik: Jika kucing menyerang atau mencakar, jangan mencoba membalas serangan. Ini tidak akan membantu situasi dan dapat memperburuknya.
  7. Perhatikan Faktor Penyebab: Coba identifikasi apa yang menyebabkan kemarahan kucing, seperti situasi tertentu atau masalah kesehatan. Mengatasi penyebab kemarahan bisa membantu meredakan perilaku kucing.
  8. Konsultasi dengan Dokter Hewan: Jika perilaku marah berlanjut atau berulang, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter hewan atau seorang ahli perilaku hewan. Mereka dapat memberikan nasihat lebih lanjut dan membantu menyelesaikan masalah perilaku. Kamu bisa melakukan konsultasi dengan dokter hewan secara online lewat link berikut ini.

Leave a Reply

hewania
appstore
playstore
Hewania Head Office

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!