bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

KucingKesehatanKenali 3 Ekspresi Wajah Kucing Kesayanganmu dan Artinya!

September 15, 2021by hewania0

Bagi manusia, ekspresi wajah merupakan salah satu cara berkomunikasi non-verbal. Meski kerap tidak disadari, tapi ekspresi wajah selalu mempertegas pesan yang kita sampaikan secara verbal. Tapi, tahukah kamu, Hewanians, hewan peliharaan pun berkomunikasi lewat ekspresi wajah, lho! Berikut 3 ekspresi wajah kucing kesayanganmu yang harus kamu tahu.

Hewanians, kucingmu tahu bahwa ia tidak berbicara dalam bahasa yang sama denganmu. Itulah sebabnya, kucing mengandalkan ekspresi wajah untuk menyampaikan apa yang diinginkannya. Dengan begitu kamu tahu, kapan ia sedang meminta snack favoritnya atau ingin diajak bermain.

Kucingmu Mengedipkan Mata

Coba ingat kembali, pernahkah kucing kesayanganmu berperilaku seolah-seolah ia sedang ingin mencuri perhatiamu? Lalu, saat kamu sudah memperhatikannya, ia lantas mengedipkan mata ke arahmu? Nah, Hewanians, ekspresi ini adalah tanda bahwa kucing kesayaganmu sedang ingin disayang.

Biasanya mereka juga secara perlahan akan menghampirimu dan membenturkan kepalanya dengan lembut ke dahimu. Ini dikenal dengan gerakan head bunting atau head bonking. Kucingmu sedang berusaha mengatakan bahwa ia menganggap kamu adalah teman yang paling dipercaya.

Pasalnya, kucing tidak melakukan head bunting ke semua orang, lho! Gerakan tersebut dilakukan kucing untuk orang-orang tertentu saja sebagai isyarat kasih sayang dan kepercayaan. Bila kucingmu melakukan hal tersebut, kamu harus tahu bahwa ia merasa nyaman dan aman saat berada bersamamu. Ia sangat senang menghabiskan waktu bersama denganmu.

Lalu bagaimana memberi tahu kucing kesayanganmu bahwa kamu juga senang berada bersamanya? Berkediplah juga ke arahnya. Mungkin hal ini belum pernah terpikir olehmu. Lakukan gerakan tersebut dengan sedikit lebih lambat. Kamu juga bisa sambil menyebutkan nama kucing kesayanganmu dengan nada yang ramah dan ajaklah ia bermain bersama.

Saat Ini Sepertinya Kucingmu Marah

Kali ini kamu melihat kucing kesayangamu dengan ekspresi yang berbeda. Telinganya tampak ditarik ke belakang hingga menempel dengan kepala. Kumisnya kaku dan mengarah ke luar. Pupil matanya tampak menyempit hingga membuat tatapannya terlihat begitu tajam dan fokus. Seluruh tubuhnya tegang dan bulu-bulu halusnya mungkin terangkat di sepanjang tulang belakang. Tak lama kemudian, kamu mendengar lirih suara geramannya.

Di saat seperti ini, sebaiknya kamu menjaga jarak dengan kucing kesayanganmu. Berikan ia ruang dan upayakan untuk tidak mendekati bahkan menyentuhnya. Kucing kesayanganmu sedang tidak baik-baik saja. Ia marah atau kesal karena sesuatu atau orang di sekelilingnya. 

Tak perlu khawatir jika kamu tidak tahu apa penyebab kekesalannya. Itu wajar karena kucing punya kepekaan yang jauh lebih tinggi daripada manusia. Pendengaran dan penciumannya jauh lebih baik darimu. Itulah sebabnya, akan selalu ada hal yang kamu tidak sadari tapi bisa membuat kucingmu marah.

Lantas bagaimana menghadapi kucingmu saat ia marah? Pastikan kamu memahami sinyal “mundur” yang disampaikannya. Tetap diam dan tenang, serta berikan waktu agar kucing kesayanganmu bisa menyendiri. Jangan mengelusnya karna ini justru membuat kucingmu marah dan mencakar atau menggigitmu. Namun, jika ia sudah terlanjur menggigitmu, usahakan untuk tidak menarik tangan dengan cepat. Tetap rileks sampai ia melepaskan gigitannya.

Kucing Juga Bisa Kepo, Lho!

Tak hanya manusia, kucing juga punya rasa ingin tahu. Ini terjadi saat kucingmu sedang duduk atau berbaring dengan cakar menghadap ke depan. Biasanya, saat penasaran, mata kucingmu akan terbuka dan pupil menyempit serta melihat ke arah sumber yang dicurigainya dengan tatapan yang tajam. Telinga kucingmu juga tampak terangkat dan kumis di wajahnya mengarah ke depan tapi tidak menegang. Jika ia penasaran dengan aroma tertentu, biasanya akan diikuti gerakan mengangkat hidung ke udara untuk menangkap aroma.

Bila ia dapat berbicara dalam bahasamu, kira-kira beginilah yang ia katakan, “Hei, aku tertarik dengan apa kamu lakukan!” Nah, disaat seperti ini, kucing kesayanganmu akan mendekat untuk menarik perhatianmu dan tentu untuk tahu apa yang sedang kamu lakukan. Mungkin saja, kamu sedang menyiapkan kejutan untuknya.

Saat kucingmu “kepo”, ini kesempatan yang baik untuk memperkenalkan permainan atau makanan baru padanya. Kamu pun bisa mengajak kucing kesayanganmu bercakap-cakap. Ia tentu tidak tahu apa yang kamu katakan, tapi nada bicara yang ramah bisa menjadi sinyal yang baik bagi kucingmu.

Bagaimana, Hewanians? Sekarang kamu sudah makin paham bagaimana mengartikan ekspresi wajah kucing kesayanganmu. Pastikan, kamu memberi respon yang tepat agar kucingmu menjadi semakin nyaman. Jika Hewanians tertarik dengan informasi-informasi terkait hewan peliharaan dan kesehatannya, kamu bisa mengaksesnya melalui blog Hewania.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!