bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

KesehatanAnjingKucing5 Kondisi Gawat Darurat Pada Anabul yang Harus Segera Ditangani. Waspada!

Maret 24, 2022by HEWANIA0

Hewanians, sebagai pet owner, tentu kamu ingin melihat anabulmu sehat selalu. Namun seringkali penyakit mematikan bisa menyerang anjing dan kucing dengan mudah. Sudahkah kamu tahu kondisi gawat darurat pada anabul?

Kondisi ini jika dibiarkan akan menjadi malapetaka pada anabul. Bahkan bisa dengan mudah merenggut nyawa anjing dan kucing kesayangan kamu. 

Oleh karena itu, kondisi seperti ini harus segera kamu tangani karena efek yang ditimbulkannya bisa sangat berbahaya. Berikut ini kondisi gawat darurat pada anabul yang penangannya harus dilakukan secepat mungkin:

1. Kondisi Gawat Darurat Pada Anabul: Tidak Bisa Pipis

Kondisi pertama yang harus kamu waspadai adalah ketika anabul terlihat tidak bisa pipis. Biasanya, gejala ini disebabkan oleh penyumbatan pada saluran pipis dari anjing ataupun kucing.

Lalu, apa yang menyebabkan anabul tidak bisa pipis? Ada banyak sekali faktor yang terlibat, seperti infeksi, penumpukan kristal atau batu saluran pipis, dan masalah organ dalam seperti ginjal.

Kondisi tidak bisa pipis biasanya terjadi pada kucing jantan. Meskipun begitu, penyakit ini bisa  menyerang hewan apa saja. 

Ada beberapa tanda-tanda anabul tidak bisa pipis yang bisa kamu kenali, yaitu:

  • Perut yang membesar dan tegang, 
  • Tampak kesakitan atau mengejan keras saat pipis, 
  • Pipis yang menetes sedikit demi sedikit, 
  • Tidak adanya pipis lebih dari 18 jam.

Meski terlihat sepele, ternyata kondisi ini punya efek yang mematikan bagi anabul loh. Hal ini dapat menyebabkan gagal ginjal serta aritmia yang berujung kematian.

2. Kondisi Gawat Darurat Pada Anabul: Makan Racun

Secara umum, racun memang memiliki efek yang buruk bagi kehidupan hewan maupun mahluk hidup lainnya. Nah, keadaan ini tentu akan semakin diperparah jika anabul kamu tidak sengaja ataupun disengaja mengkonsumsi racun.

Apa saja racun yang berbahaya bagi anabul? Bukan cuma racun tikus, racun lain seperti semprotan pembasmi serangga maupun racun lainnya dapat membahayakan nyawa anabul kamu.

Selain itu, racun juga bisa kamu temukan pada makanan sehari-hari manusia. Beberapa makanan tersebut bisa menjadi racun dan memberikan efek yang buruk bagi anabul. 

Banyak makanan yang biasa ada di dapur kita jadi berbahaya bagi anjing dan kucing. Berikut ini contohnya:

  • bawang putih
  • Coklat
  • Serbuk kopi 
  • Kantung teh 
  • Anggur
  • Kismis
  • Permen
  • Minuman yang mengandung xylitol

Selain itu, racun juga bisa terkandung pada obat-obatan yang biasa kita konsumsi. Beberapa obat seperti ibuprofen, parasetamol, dan obat-obat anti radang harus dipastikan sudah disimpan pada tempat yang aman di rumah.

Lalu, bagaimana penanganan pertama yang bisa dilakukan jika anabul tak sengaja memakan racun-racun tersebut? Kamu bisa membantu mereka memuntahkan racun tersebut dengan memberi minum anabul H2O2 3%.

Sebenarnya, ada cara lain untuk membuat anabul memuntahkan racun seperti menggunakan susu, air garam, atau minyak. Meski begitu, ternyata bahan-bahan tersebut justru malah bisa jadi malapetaka bagi anabul. 

Jika ternyata kamu tidak memiliki H2O2 3% di rumah, sebaiknya larikan secepat mungkin anabul kamu pada dokter hewan ataupun klinik hewan terdekat.

3. Kondisi Gawat Darurat Pada Anabul: Tertabrak Kendaraan

Saat tertabrak oleh kendaraan seperti motor ataupun mobil, anabul bisa mengalami pendarahan yang berbahaya. Meski mungkin terlihat “baik-baik saja” dari luar, namun pendarahan di dalam bisa saja terjadi.

Oleh karena itu, pemeriksaan sejak awal kejadian dan observasi 24 jam di klinik dengan infus sangatlah penting untuk dilakukan, guna mencegah kondisi anabul collapse tiba-tiba. 

4. Kondisi Gawat Darurat Pada Anabul: Kejang-kejang

Kemudian, kondisi gawat darurat pada anabul yang wajib kamu waspadai adalah kejang-kejang. Gejala kejang bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti epilepsi, trauma otak, atau kerusakan organ dalam seperti hati atau ginjal.

Selain itu, kadar gula darah yang rendah juga bisa menyebabkan kondisi ini. Umumnya gejala kejang terjadi pada anjing ataupun kucing yang masih sangat muda, ataupun anabul dewasa yang sedang menderita diabetes.

Gejala kejang pada anabul memang seringkali membuat kita panik. Meski begitu, kamu harus tetap berpikir tenang dan menganalisa dengan fokus. Jika kejang terjadi lebih dari 5 menit dan berulang selama 24 jam ditambah dengan gejala lain seperti lemas, muntah, atau diare, segera bawa anabul kamu ke klinik hewan.

5. Kondisi Gawat Darurat Pada Anabul: Kesulitan Bernafas

Ada berbagai faktor yang dapat membuat anabul kamu mengalami kesulitan bernafas seperti infeksi, reaksi alergi, anemia, kelelahan, ventilasi udara yang tidak baik, sampai kondisi heat stroke.

Kondisi ini rentan menyerang anabul yang memiliki hidung pesek atau berambut panjang seperti French Bulldog, Pug, kucing persia, Siberian Husky, Alaskan Mamature, atau Golden Retriever.

Kemudian, tanda-tanda kesuitan bernafas pada anabul yang bisa kamu amati adalah:

  • Nafas mendadak cepat dan pendek.
  • Leher terlihat menjulur,
  • Gusi atau lidah terlihat membiru.
  • Lemas.

Kemudian, tanda-tanda khusus pada kucing diantaranya bernafas melalui mulut. Jika tanda-tanda diatas sudah terjadi pada anabul, segera bawa mereka ke klinik hewan untuk mendapatkan supply oksigen. 

Itulah 5 kondisi gawat darurat pada anabul yang harus segera ditangani. Konsultasikan kondisi gawat darurat ini pada dokter hewan di Hewania yang bisa kamu lakukan via online.

Tunggu apalagi? Yuk konsultasikan kesehatan anabul kesayangan kamu di Hewania!

Writer: drh. Talita Milani

Editor: Galih Primananada Mulyana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!