bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

Penyebab Cacingan pada Kucing dan 11 Gejalanya!

June 15, 2023by HEWANIA0

      Cacingan pada kucing tentu memberikan efek yang buruk untuk perkembangan tubuh si kecil. Jenis cacing yang sering menyerang yaitu tapeworm (cacing pita) dan roundworm (cacing gelang). Cacingan dapat menyebabkan penurunan berat badan, penurunan nafsu makan hingga lesu.

    Cacingan adalah kondisi dimana didalam saluran pencernaan terdapat parasit seperti cacing pita, cacing gelang dan cacing gilig serta cacing cambuk. Keempat jenis cacing ini adalah cacing yang ditemukan pada kucing dewasa maupun anakan kucing. Kejadian ini akan terus berulang jika anda tidak menghentikan siklusnya.

Baca Juga: Pentingnya Pemasangan Microchip pada Anjing!

Bagaimana kucing bisa cacingan?

     Kucing tertular setelah kaki atau bagian tubuhnya bersentuhan dengan kotoran yang terinfeksi atau telur parasitnya. Saat kucing mengetahui tubuh atau kakinya terkena kotoran, mereka langsung menggrooming tubuhnya. Saat mereka menjilati tubuhnya untuk membersihkan kotoran tersebut, saat itulah telur cacing masuk tertelan kedalam saluran pencernaan kucing. 

    Selain bersentuhan dengan kotoran yang terinfeksi, penularan juga bisa terjadi saat kucing anda berbagi litter box yang sama dengan kucing lain dan sudah terinfeksi oleh telur cacing, serta waspadai saat kucing anda suka sekali memakan tikus atau hewan pengerat lainnya. Karena saat mereka memakan tikus yang telah terinfeksi oleh larva cacing maka, didalam saluran pencernaan kucing telur cacing akan berkembang menjadi cacing dewasa. Selain itu telur cacing juga bisa menular saat kucing anda bermain-main dengan anjing yang terdapat pinjal ditubuhnya. Anda tidak akan pernah tau apakah pinjal ditubuh anjing terinfeksi jenis cacing pita atau tidak. Saat pinjal yang terinfeksi cacing dari tubuh anjing lompat ke tubuh kucing maka cacing akan lebih mudah masuk kedalam saluran pencernaan kucing dan menimbulkan cacingan pada kucing.

 

Gejala cacingan pada kucing

      Saat terdapat manifestasi cacing didalam tubuh kucing, maka gejala yang muncul antara lain :

  1. Muntah (terkadang terdapat cacing dimuntahannya)
  2. Diare berdarah atau diare tanpa darah
  3. Feses lembek dan menempel pada bagian anus kucing
  4. Penurunan berat badan
  5. Perut buncit atau stunting
  6. Bulu kusam
  7. Lesu
  8. Menggosok-gosok anus dilantai
  9. Terdapat cacing dikotorannya
  10. Penurunan nafsu makan
  11. Kotoran mata lebih banyak dibanding biasanya

 

Bagaimana pencegahan dan pengobatan cacingan?

     Baik pencegahan maupun pengobatan yang paling tepat pada kasus cacingan di kucing adalah melakukan deworming atau pemberian obat cacing. 

    Sebagai pencegahan paling efektif adalah memberikan obat cacing sejak dini pada anakan kucing karena infeksi cacing gelang sudah bisa muncul saat kucing masih anakan. Anakan kucing dapat diberikan obat cacing saat umurnya mulai 3 minggu dengan waktu pemberian setiap 2 minggu sekali dan dilakukan rutin hingga umur 8 minggu atau 2 bulan. Sedangkan setelah umur 8 minggu atau 2 bulan, pemberian obat cacing diberikan setiap satu bulan sekali hingga umurnya mencapai 6 bulan. Setelah berumur 6 bulan pemberian obat cacing diulang setiap 3 bulan sekali. 

     Jenis obat cacing yang anda berikan untuk kucing anda pun beragam, ada yang berbentuk tablet, dan ada yang tetes tengkuk “spot on”. Dosis pemberiannya pun disesuaikan dengan berat badannya, anda dapat mengkonsultasikan dengan dokter hewan anda untuk mendapat penjelasan yang detail mengenai dosis pemberiannya. 

       Kucing indoor maupun outdoor tetap memiliki tingkat resiko yang sama pada penularan cacing. Oleh karena itu, bersihkan litter box kucing anda setiap hari, dan ganti pasirnya setiap saat untuk mencegah kontaminasi feses yang terinfeksi cacing. Sedangkan pada kucing outdoor langkah pencegahan yang dapat anda lakukan yaitu rutin membersihkan feses kucing ditaman anda. 

       Meskipun terlihat sepele, namun jika dibiarkan infeksi cacing dapat menimbulkan dampak serius terhadap kucing anda bahkan hingga menyebabkan kematian. Bahkan cacingan juga dapat menular ke manusia. Penularannya bisa melalui pasir yang terinfeksi, tanah saat kaki menapak tanpa alas, dan saat anda berkebun. Jadi jangan lupa untuk deworming kucing anda untuk mencegah infeksi berlanjut dan menjaga anda sekeluarga tetap sehat ya! 

Hewania Vet Clinic menyediakan berbagai pilihan dokter hewan yang berkualitas, siap memberikan perawatan terbaik untuk hewan peliharaan kamu. Hewania Vet Clinic menawarkan berbagai jenis layanan, mulai dari pemeriksaan rutin hingga perawatan spesialis.

 

Jadi, tunggu apalagi? Segera buat janji dengan Hewania Vet Clinic untuk merawat hewan peliharaan kamu dan pastikan bahwa mereka mendapatkan perawatan yang terbaik.

Writer: drh. Ida Sukma Kuswardhani

Leave a Reply

hewania
appstore
playstore
Hewania Head Office

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!