bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

KesehatanAnjingKucingPeran Teleadvice dalam Pelayanan Kesehatan Hewan, Webinar Hewania bersama PDHI

Desember 1, 2021by hewania0

Tren telemedicine belakangan berkembang pesat. Khususnya sejak pendemi Covid-19 melanda hampir seluruh belahan dunia sejak 2020 lalu. Data yang dikutip dari American Health Care menunjukkan, bahwa jumlah teleadvice mengalami peningkatan hampir 10 kali lipat dari 36 juta sebelum pandemi menjadi 300 juta setelah pandemi Covid-19.

 

Sebenarnya, telemedicine bukanlah hal baru di dunia kesehatan. Prof. drh. Deni Noviana, PhD, DAiCVIM, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam penjelasannya mengatakan, telemedicine mulai dikenal sejak abad ke-20. “Saat itu, perjalanan dari satu negara ke negara lain belum banyak menggunakan pesawat. Mobilitas antarnegara masih kerap dilakukan dengan kapal. Saat itulah radio dipakai untuk memberikan saran kesehatan bagi mereka yang sedang berlayar,” jelasnya.

 

Sementara prakteknya pada kedokterean manusia, papar Deni, baru dipakai pada tahun 1950. Saat itu sudah dikenal teknologi CCTV sehingga orang bisa melakukan telekonsultasi. “Begitupun dengan layanan telekonsultasi pskiatri,” lanjut Deni.

 

Perkembangan telehealth awalnya ditujukan untuk membantu menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah pedesaan. Biasanya, daerah tersebut jauh dari akses fasilitas kesehatan yang memadai. Akan tetapi, saat ini, telehealth justru berkembang menjadi pilihan layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat dimanapun mereka berada. 

 

Apalagi dengan maraknya penggunaan media sosial oleh kalangan millennial. Ini kian memacu para penyedia layanan telehealth untuk mengembangkan teknologi konsultasi kesehatan yang praktis dan sesuai dengan perilaku pemakaian teknologi generasi muda.

 

Kenali Teleadvice dalam Pelayanan Kesehatan Hewan dan Bagaimana Memanfaatkannya

 

Salah satu bagian dari telehealth adalah teleadvice. Bagi sebagian besar Hewanians, istilah teleadvice mungkin terdengar asing. Namun, mungkin saja pengalaman mengakses teleadvice sebenarnya sudah sering dilakukan. Deni menjelaskan, teleadvice dapat dipahami sebagai penyediaan informasi, panduan, hingga rekomendasi kesehatan serta saran tindakan bijaksana di masa depan yang tidak spesifik untuk kesehatan pasien tertentu.

 

“Namun perlu digarisbawahi bahwa pada praktek teleadvice, antara dokter dengan pasien belum memiliki hubungan. Artinya, klien belum pernah berkonsultasi tatap muka dengan dokter hewan,” jelas Deni.

 

Perihal pemanfaatan telehealth, Deni menyarankan agar pet owners memperhatikan sejumlah hal saat menyampaikan keluhan dari hewan peliharaannya. Ini bertujuan menghindari mispersepsi antara dokter hewan dengan pet owners. Adapun hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Paparkan informasi yang selengkap-lengkapnya mengenai kondisi kesehatan hewan peliharaan pada hari-hari sebelumnya. Bila pet owners tidak bersama dengan hewan peliharaannya setiap hari, informasi ini bisa ditanyakan kepada pet keeper.
  • Biasakan untuk memperhatikan tingkah laku dari hewan peliharaan. Jika ada perubahan tingkah laku, misalnya pola makan, segeralah menghubungi dokter hewan.
  • Lakukan pengamatan yang lebih teliti. Dengan begitu, pet owner akan lebih waspada dengan perubahan yang terjadi pada hewan kesayangannya. Tak hanya itu, dengan pengamatan yang lebih rinci, pet owner bisa memberikan informasi keluharan dengan lebih spesifik.

 

PDHI Resmi Gandeng Hewania, Platform Teleadvice Dokter Hewan Indonesia

Tahun ini, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) resmi menggandeng Hewania, salah satu platform teleadvice dokter hewan. Sebagai mitra PDHI, Hewania berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan hewan peliharaan di Indonesia, khususnya dalam aspek kesehatan. Semangat mulia ini tumbuh dari persahabatan antara Richard Nathaniel Chandra, CEO Hewania, dengan Kenzo Von Ginger Olwen, seekor puddle putih yang telah menghabiskan 10 tahun lebih hidupnya bersama sang pemilik.

 

Dalam perkenalan Hewania, Richard memaparkan bahwa selama hidup berdampingan dengan Kenzo, ia menyadari bahwa upaya untuk menjaga kesehatan hewan kerap terbentur dengan sejumlah kendala. “Berdasarkan pengalaman saya, setidaknya ada 4 kendala yang kerap dihadap pet owner: jadwal yang padat, biaya layanan kesehatan yang relatif lebih mahal, akses informasi yang terbatas dan antrian panjang di klinik hewan,” jelas Richard.

 

Itu sebabnya Hewania hadir sebagai solusi atas masalah-masalah tersebut. “Hewania ingin membuat akses terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan hewan menjadi lebih mudah dijangkau, mudah diakses dan efisien,” ungkapnya.

 

Saat ini, Hewania bisa diakses melalui situs resmi maupun akun-akun social media. Terdapat layanan konsultasi kesehatan hewan hingga berbagai informasi terbaru seputar kesehatan hewan. Richard juga membocorkan bahwa saat ini Hewania sedang mengembangkan super app Hewania, dimana nantinya pet owner bisa memperoleh semua akses yang berkaitan dengan kesehatan hewan di aplikasi tersebut. “Kami sedang mengembangkan fitur-fitur yang terbaik untuk meningkatkan kesehatan hewan di Indonesia. SuperApp Hewania nantinya akan berisi teleadvice dokter hewan, pet supplies marketplace, clinic dan pet shop directory hingga pet grooming home call,” papar Richard.

 

Dr. drh. Muhammad Munawaroh, MM, ketua umum PDHI dalam sambutan turut mengapresiasi kehadiran Hewania. “Kami memberikan apresiais yang sangat tinggi untuk Hewania yang telah berpartisipasi dalam rangka mensejahterakan hewan. Dengan adanya layanan Hewania ini, pemilik hewan peliharaan menjadi lebih mudah berkonsultasi dengan langsung dokter hewan,” ungkapnya.

 

Di kesempatan yang sama, Munawaroh juga menyampaikan harapan agar hadirnya aplikasi Hewania ini ke depaannya dapat berkembang dan dapat memberikan satu kontribusi pelayanan bagi pet owners untuk berkomunikasi langsung dengan dokter hewan. Untuk itu, Munawaroh juga mendukung dokter hewan yang ingin bergabung menjadi mitra  Hewania. “Kepada para dokter hewan kalau ingin bergabung, saya mengijinkan. Namun syaratanya harus memiliki SIP,” katanya. 

 

Writer: Jessica Patricia Tanjung

Ditinjau: drh. Sri Widowati Anjarsari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!