bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

KucingKesehatan8 Serangga yang Beracun Bagi Kucing. Hati-hati!

April 30, 2022by HEWANIA0

Hewanians, meski kebanyakan serangga tidaklah berbahaya bagi kucing, namun ada beberapa dari mereka yang ternyata beracun loh. 

Bahkan, serangga yang tidak termasuk beracun pun jika dikonsumsi berlebihan oleh kucing akan menyebabkan keracunan dan muntah-muntah.

Lalu, apa saja daftar serangga yang beracun bagi kucing? Buat kamu yang penasaran, yuk baca artikel dibawah ini sampai habis!

1. Laba-laba Beracun

Serangga yang beracun bagi kucing yang pertama adalah laba-laba.

Kebanyakan laba-laba, terutama mereka yang hidup di rumah, biasanya tidak beracun bagi kucing. Namun, ada beberapa spesies laba-laba yang bisa memberikan efek buruk bagi kucing.

Selain itu, jika dibandingkan dengan kita sebagai manusia, racun dari gigitan laba-laba juga akan memberikan efek yang lebih buruk bagi kucing. Hal ini karena kucing memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil daripada kita.

Laba-laba beracun dapat memberikan efek yang buruk bagi kesehatan kucing. Bahkan, pada tahap tertentu, mereka bisa membuat kucingmu mati.

Ada beberapa jenis laba-laba beracun bagi kucing harus kamu perhatikan, seperti Black Widow, Brown Recluse, dan Hobo Spider.

2. Tawon, Lebah, dan Serangga Penyengat Lainnya

Kucing sangat suka bermain dengan serangga kecil yang bisa terbang. Meski begitu, terkadang sengatan mereka bisa sangat bahaya bagi kucing.

Selain itu, seperti manusia, kucing bisa saja merasakan alergi setelah disengat oleh serangga. Meskipun hal ini tidaklah umum.

Jika kucing kamu mengalami bengkak, muntah, ataupun masalah pernafasan akibat sengatan serangga, sebaiknya langsung larikan pada dokter hewan. Mereka mungkin akan merekomendasikan difenhidramin, suatu obat anti histamin.

3. Kupu-kupu, Ngengat, dan Ulat

Kucing sangat suka bermain dengan serangga-serangga terbang seperti kupu-kupu, ngengat, dan serangga kecil seperti ulat. Meski begitu, sengatan dari serangga-serangga ini dapat berbahaya bagi kucing kamu. Sengatan dari serangga kecil ini dapat menyebabkan reaksi alergi maupun anafilaksis.

Selain itu, kucing juga cenderung akan menjilati bagian tubuh yang teriritasi. Hal ini dapat menyebabkan iritasi menjadi lebih parah.

4. Kelabang

Kelabang rumah yang punya ukuran kecil umumunya tidak akan berbahaya bagi kucing. Meski begitu, kelabang memiliki racun yang digunakan oleh mereka untuk membunuh mangsanya. Kelabang dengan ukuran tubuh yang besar kemungkinan bisa menggigit kucing kamu.

Gigitan dari serangga ini dapat memberikan efek yang buruk bagi kucing, mulai dari demam hingga membuat tubuh lemah. Jika kamu melihat kucing kamu digigit oleh kelabang berukuran besar, maka segera konsultasikan dengan dokter hewan.

Kelabang berukuran besar seperti The Giant Readhed Centipede serta Texas Redheaded Centipede dapat beracun dan memberikan efek yang mematikan untuk kucing. Beruntungnya, dua jenis kelabang ini sangat jarang ditemukan di rumah kamu.

5. Kalajengking

Kalajengking terkenal akan sengatannya yang mematikan. Hal ini bisa saja terjadi pada kucing kamu serta mennyebabkan rasa sakit. Dalam kasus yang lebih serius, saat kucing tersengat kalajengking, beberapa gejala seperti muntah dan kesulitan bernafas mungkin akan muncul.

Seperti pada kelabang, jika kamu menyaksikan langsung kucing kamu disengat oleh kalajengking, sebaiknya segera konsultasikan hal ini pada dokter hewan.

6. Semut

Dengan ukurannya yang kecil, kamu mungkin akan menganggap semut tidak berbahaya bagi kucing. Faktanya, kebanyakan semut memang tidak mempunyai efek yang buruk bagi kucing.

Gigigtan semut berukuran besar seperti semut hitam juga tidak akan membahayakan kucing kamu. Meski begitu, jenis semut lain seperti semut api dapat berbahaya bagi kucing. Gigitan dari semut hitam memiliki bisa yang dapat menyakitkan pada kucing.

Selain itu, semut api juga bisa menyebabkan reaksi alergi yang serius. Dan yang paling terburuk, gigitan semut ini dapat menyebabkan anafilaksis. 

Jika kucing kamu digigit oleh semut api, konsultasikan segera hal ini pada dokter hewan

7. Kecoak, Kumbang, Jangkrik, hingga Belalang

Beberapa serangga yang memiliki tubuh keras seperti kecoak, kumbang, jangkring, hingga belalang umumnya tidak akan berbahaya bagi kucing. Namun, jika kucing kamu menelan eksoskeleton dari serangga ini, maka hal ini dapat menyebabkan iritasi mulut hingga gangguan gastrointestinal (organ pencernaan).

Selain itu, kecoak juga dapat membawa parasit bagi kucing. Cobalah untuk menjauhkan kucing kamu dari serangga berukuran kecil ini.

8. Pinjal, Caplak, Nyamuk dan Lalat

Serangga yang beracun bagi kucing yang terakhir adalah pinjal, caplak, nyamuk, dan lalat.

Pinjal termasuk serangga yang umumnya berbahaya bagi kucing. Parasit kecil ini dapat memberikan gejala seperti gatal-gatal hingga anemia. Tak hanya pada kucing outdoor, pinjal dapat menyerang kucing rumahan.

Selain itu, kucing juga biasanya dapat menelan pinjal saat melakukan grooming. Hal ini dapat menyebabkan infeksi cacing pita. Kontrol pinjal bulanan pada kucing harus dilakukan untuk mencegah infeksi serangga ini.

Selain pinjal, caplak juga merupakan serangga yang beracun bagi kucing. Mereka lebih umum menyerang kucing outdoor. Caplak adalah serangga pembawa penyakit yang lebih serius lainnya pada kucing.

Salah satunya adalah penyakit tick-borne yang dapat menyebakan sejumlah masalah pada kucing. Jika kamu melihat adanya caplak pada bulu kucing, konsultasikan hal ini pada dokter hewan.

Serangga lainnya yang dapat beracun bagi kucing adalah nyamuk. Mereka dapat menulrkan penyakit cacing jantung yang bisa berakibat fatal bagi kucing. Meski begitu, karena kucing bukanlah inang yang ideal bagi penyakit cacing hati, infeksi jaranglah terjadi.

Namun, saat kucing terserang penyakit cacing hati, cacing ini akan tinggal pada paru-paru. Hal ini dapat sangat berbahaya bagi kucing, karena sampai saat ini, obat cacing hati bagi kucing masih belum tersedia. Oleh karena itu, lakukanlah pencegahan cacing hati untuk kucing setiap bulannya.

Lalat termasuk serangga yang sering ditangkap oleh kucing. Meski begitu, lalat ternyata bisa berbahaya bagi kucing loh. Beberapa kucing rentan terhadap gigitan lalat di telinganya, terutama kucing outdoor.

Saat telinga kucing kamu tergigit oleh lalat, maka pengobatan seperti krim penolak lalat harus segera diberikan.

Kesimpulan

Itulah beberapa jenis serangga yang beracun bagi kucing. Jika terkena kucing kamu terserang oleh serangga-serangga diatas, maka segera lakukan konsultasi dokter hewan.

Kamu bisa melakukan konsultasi dokter hewan di Hewania. Tersedia berbagai pilihan dokter hewan yang bisa kamu pilih. Selain itu, kamu juga bisa mengatur jadwal konsultasi dokter hewan ini secara fleksibel.

Tunggu apalagi? Yuk konsultasikan kesehatan kucing kesayanganmu di Hewania!

Writer: Galih Primananda Mulyana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!