bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

KucingAnjingKesehatanBaru Adopsi Anabul? Simak 5 Tips Menjaga Kesehatan Anabul Baru Kamu!

Agustus 26, 2022by HEWANIA0

Hewanians, kamu sebagai pemilik hewan yang baik pasti menginginkan yang terbaik untuk anabul kamu. Namun saat baru memelihara anabul, mungkin kamu akan bingung memilah informasi mana yang benar di era internet ini. 

Tidak jarang kami, dokter hewan di lapangan, bertemu dengan pemilik hewan yang bingung bagaimana cara merawat anabul baru mereka dengan baik, dan banyak juga yang tersesat karena informasi tidak benar yang mereka dapatkan dari internet. Di sini hewania akan memberikan kamu tips merawat anabul yang terpercaya sehingga anabul kamu terhindar dari penyakit, bisa hidup sehat, dan pastinya panjang umur. Yuk kita baca lebih lanjut!

Baca juga: Ini Cara Menjaga Kesehatan Gigi pada Anabul

1. Obat cacing

Cacingan merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyerang anjing dan kucing, bahkan beberapa jenis cacing bisa ditularkan oleh induk hewan sendiri saat anabul masih di dalam kandungan atau dalam proses menyusui. 

Cacing hidup sebagai parasit, umumnya di saluran pencernaan anjing dan kucing. Cacing mencuri nutrisi dari anjing dan kucing kamu sehingga sebanyak makanan apapun yang mereka makan, mereka cenderung tampak kurus dan buncit karena kekurangan nutrisi akibat infestasi parasit cacing.

Selain mencuri nutrisi, cacingan juga menyebabkan menurunnya sistem imun anjing dan kucing kamu sehingga mereka mudah terkena penyakit dari mulai penyakit kulit sampai infeksi dalam. Diare, muntah, dan badan yang kurus merupakan gejala cacingan yang paling mudah kalian amati. Dikarenakan hal inilah obat cacing harus diberikan rutin, dan kamu yang punya kitten dan puppy tidak perlu khawatir karena sudah banyak obat cacing yang aman diberikan untuk hewan-hewan yang bahkan berumur kurang dari 2 minggu.

Pemberian obat cacing diberikan sebulan sekali sampai kucing dan anjing berumur 6 bulan, dan selanjutnya diulang setiap 3 bulan atau sesuai anjuran dokter hewan.

2. Vaksinasi

Penyakit virus seperti virus parvo dan distemper pada anjing, dan virus panleukopenia pada kucing, merupakan kasus-kasus harian di klinik yang tidak hanya memiliki tingkat kematian yang tinggi namun juga menelan biaya yang mahal untuk perawatan anabul yang terkena.

Tingginya biaya perawatan dikarenakan hewan yang terkena penyakit virus tersebut memerlukan perawatan sangat intensif beserta obat-obatan dan vitamin yang tidak sedikit untuk membantu tubuh mereka melawan virus yang mematikan tersebut. Namun 3 penyakit virus berbahaya ini bisa dicegah secara efektif dengan rangkaian vaksinasi rutin yang dimulai di usia 2 bulan dan diselesaikan di atas umur 4 bulan.

Untuk anjing, vaksin dasar DHPPi diberikan saat anjing berumur 2 bulan, dilanjutkan dengan DHPPiL saat anjing berumur 3 bulan, dan penelitian terbaru menyarankan vaksin diulang 1 kali lagi saat anjing berumur 4 bulan bersama vaksin rabies. Vaksin komplit dan rabies selanjutnya diulang 1 tahun sekali.

Untuk kucing, vaksin dasar meliputi vaksin untuk Feline Panleukopenia Virus, Feline Herpes Virus, dan Feline Calicivirus yang biasanya sudah digabungkan menjadi 1 paket vaksinasi. Paket vaksinasi ini dimulai saat kucing berumur 2 bulan, diulang setiap 3-4 minggu sampai kucing berumur 4 bulan. Apabila daerah kalian masih ada kasus rabies, vaksin rabies biasanya diwajibkan untuk diberikan ke kucing kalian saat mereka berumur 4 bulan dan diulang setahun sekali bersama vaksin komplit.

Baca juga: 5 Tips Membantu Persalinan Anabul. Yuk Simak!

3. Obat Kutu

Kutu tidak hanya menyebabkan gatal pada anjing dan kucing kamu, namun kutu membawa penyakit yang berbahaya yaitu parasit darah yang ditularkan lewat gigitan. Apabila kamu bergabung di grup pecinta hewan dan sering melihat postingan tentang pencarian kandidat donor darah untuk hewan, hal ini disebabkan oleh anabul tersebut terkena penyakit parasit darah yang sangat parah sehingga membutuhkan transfusi darah untuk melewati masa kritisnya.

Buat kamu yang masih belum terbayang, parasit darah itu contohnya demam berdarah di manusia, namun di anjing dan kucing ditularkan bukan lewat gigitan nyamuk namun dari gigitan kutu. Dan hanya dibutuhkan 1 kali gigitan kutu yang membawa parasit darah untuk menularkan parasit darah ini ke anabul kita. Karena inilah pemberian obat kutu rutin sangat penting untuk mencegah anabul kamu terkena penyakit parasit darah yang mematikan dan sayangnya sangat sering terjadi di Indonesia.

Pertanyaan selanjutnya, obat kutu apa sih yang paling efektif? Ada berbagai macam obat kutu di pasaran, mulai dari yang suntik, tetes, hingga obat kutu yang diminum. Sejauh ini, obat kutu tetes atau spot-on dan obat kutu oral generasi baru terbukti paling efektif untuk mencegah infestasi kutu dikarenakan tingkat perlindungannya yang panjang dan juga tingkat resistensi yang masih rendah

Lalu bagaimana dengan mandi kutu? Mandi kutu bisa dilakukan namun hanya melindungi anabul kamu sebentar setelah mandi saja, sehingga praktik ini sudah tidak efektif lagi dan banyak ditinggalkan.

4. Sterilisasi

Banyak dari kalian yang punya anabul dan ingin mereka beranak satu atau 2 kali. Tidak jarang juga pemilik hewan yang tidak ingin steril anabulnya karena mereka tidak tega anabulnya dioperasi atau tidak bisa merasakan kawin. Namun tahukah kamu kalau sterilisasi ternyata malah terbukti bisa meningkatkan kualitas hidup anabul dan menghindarkan mereka dari penyakit organ dalam sampai tumor dan kanker?

Sterilisasi pada anabul betina menghindarkan mereka dari infeksi rahim bernanah (pyometra) yang sangat berbahaya, tumor dan kista ovarium, dan juga tumor mamari. Sementara sterilisasi pada anabul jantan menghindari mereka dari kanker prostat dan tumor testis. Dan pada anjing, sterilisasi juga menghindari mereka terkena tumor yang menular lewat aktivitas kawin yaitu TVT atau Transmissible Venereal Tumor.

Selain itu musim kawin merupakan saat-saat tingkat stress anabul yang tertinggi dikarenakan gejolak hormon mereka untuk kawin. Banyak anabul yang sampai tidak mau makan, sakit, dan luka-luka karena berkelahi pada saat musim kawin, tak jarang juga banyak pemilik hewan yang kehilangan anabul jantan mereka karena anabul mereka tersesat saat mencari betina.

Setelah membaca tentang manfaat steril di atas, apakah kalian masih merasa steril berbahaya dan tidak lebih besar manfaatnya kepada anabul kalian? Dan buat kalian yang ingin steril anabulnya, kalian bisa menjadwalkan prosedur ini saat mereka berumur minimal 6 bulan untuk memastikan tubuh mereka sudah siap dan aman menjalani prosedur sterilisasi.

Pertanyaan selanjutnya, apa boleh anjing dan kucing tidak dioperasi dan minum pil KB saja? Jawabannya sampai saat ini belum ada pil KB khusus hewan yang terbukti aman tanpa efek samping ke anjing dan kucing kamu.

Baca juga: Do’s & Don’ts Saat Anabul Diare!

5. Nutrisi Seimbang

Kamu bisa memberikan anabul kamu semua perawatan di atas, namun tanpa mendapatkan nutrisi yang seimbang, anabul kamu akan tetap jauh dari sehat. Mulai dari masalah pencernaan, masalah hormon, masalah kulit, hingga gangguan saluran kencing akan dialami mereka cepat atau lambat bila anabul kamu tidak mendapatkan makanan yang tepat. Lalu dengan banyaknya jenis makanan yang beredar, makanan jenis apa sih yang harus kamu pilih? Dan harga makanan yang mahal apakah menjamin kesehatan anabul? Jawabannya belum tentu.

Jangan mudah termakan slogan-slogan marketing yang saat ini mengedepankan kata-kata “natural”, “holistic”, “premium”, “grain free” dan lain sebagainya. Diskusikan dengan dokter hewan kamu apakah produk makanan yang kamu pertimbangkan untuk anabul kamu sudah mengikuti panduan World Small Animal Veterinarian Association (WSAVA) Global Nutrition untuk memastikan keamanan dan kualitas nutrisinya.

Writer: Drh Talita Milani

Editor: Galih Primananda Mulyana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!