bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

HealthIkanHati-hati, Ini 4 Penyebab Ulcer Pada Ikan Koi dan Cara Mengobatinya

Januari 25, 2022by HEWANIA0

Hewanians, meskipun termasuk ikan yang tangguh, koi bisa rentan terkena penyakit jika tidak dirawat dengan baik. Salah satu penyakit tersebut adalah ulcer, yang merupakan luka terbuka pada permukaan suatu jaringan atau organ tubuh. 

Pada kasus ikan koi, ulcer seringkali terjadi pada permukaan kulit dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti luka traumatik, infestasi parasit, infeksi bakteri dan infeksi virus.

Apa saja penyebab ulcer pada ikan koi dan bagaimana cara mengobatinya? Yuk simak pembahasannya di bawah ini!

1. Luka Traumatik

Luka traumatik adalah ulcer yang terjadi pada permukaan kulit koi. Luka ini dapat disebabkan oleh benturan yang terjadi antara ikan koi dengan objek yang ada di dalam kolam. 

Gejala luka ini dapat berupa memar ataupun luka terbuka. Tak hanya itu, dalam kasus yang lebih ekstrim, luka traumatik juga ditandai dengan rusak atau patahnya sirip hingga tulang ikan koi (fraktur).

Luka traumatik biasanya terjadi saat proses menangkap ikan koi di dalam kolam. Saat proses ini, biasanya ikan koi akan melompat-lompat dan tak jarang membentur objek yang ada di sekitaran kolam.

Selain itu, luka traumatik juga dapat terjadi saat proses transportasi ikan koi. Saat dilakukan pemindahan, biasanya ikan koi akan kaget lalu melakukan gerakan yang dapat membenturkan tubuh mereka ke objek yang ada di kontainer ataupun plastik pengiriman ikan.

Pada kasus sinking disease, biasanya terlihat ulcer di bagian perut ikan (ventral). Terbentuknya ulcer pada kasus sinking disease disebabkan karena ikan tidak bisa mengapung, sehingga ikan selalu dalam posisi menempel di dasar kolam. 

Akibatnya, permukaan tubuh ikan selalu bergesekan dengan lantai kolam yang dapat memunculkan luka terbuka.

 

2. Infestasi Ektoparasit

Infeksi ektoparasit merupakan salah satu faktor penyebab yang sering dijumpai pada kasus ulcer ikan koi. Ektoparasit seperti kutu, cacing, atau protozoa pada permukaan kulit dapat menyebabkan ikan koi merasa gatal sehingga menggesek-gesekkan tubuhnya pada lantai kolam (flashing).

Nah, perilaku menggesek-gesekan tubuh pada lantai kolam ini dapat menyebabkan luka pada permukaan tubuh dari ikan yang sering disimbolkan dengan keberuntungan ini.

Selain itu, contoh lain dari infestasi ektoparasit bisa ditemukan pada kasus ikan koi yang terkena kutu jamur. Kutu jamur ini biasanya menggigit permukaaan kulit dari ikan koi dan menyebabkan luka terbuka. Biasanya bekas gigitan kutu berbentuk seperti jerawat.

 

3. Infeksi Bakteri

Jika tidak ditindaklanjuti dengan baik, luka terbuka pada ikan koi rawan terkena infeksi bakterial. 

Bakteri-bakteri yang hidup di air maupun di permukaan tubuh ikan punya sifat yang oportunistik. Artinya, bakteri tidak akan menyerang ikan koi saat tubuh ikan sedang dalam keadaan prima. 

Namun, saat ikan koi terkena luka terbuka, bakteri akan memanfaatkan luka terbuka tersebut sebagai pintu masuk untuk menginfeksi tubuh ikan koi.

Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan jaringan di sekitar luka rusak, yang dapat membuat luka akan semakin besar. Selain itu, bakteri yang masuk melalui luka terbuka juga dapat masuk ke pembuluh darah dan menyebabkan sepsis.

Jika tidak ditangani dengan baik, sepsis dan bakteri bisa menjadi mimpi buruk bagi kesehatan ikan koi lho. Pasalnya, jika sepsis dan bakteri sudah menyebar melalui pembuluh darah, maka akan terjadi komplikasi pada berbagai organ ikan koi.

 

4. Infeksi Virus

Saat terjadi infeksi virus, khususnya pada saat terjadi Koi Herpes Virus (KHV), ikan koi dapat menunjukan lesi berupa ulcer pada permukaan kulit. Akibatnya, kulit ikan koi akan terasa lebih kasar.

Selain itu, KHV juga dapat menyebabkan imunitas ikan koi menurun yang dapat menjadi pintu pembuka bagi infeksi bakterial.

 

Cara Mengobati Ulcer Pada Ikan Koi

Penanganan ulcer pada ikan koi harus secepat mungkin dilakukan. Pasalnya, jika terlambat ditangani, ulcer yang telah terinfeksi akan sangat sulit disembuhkan.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengobati ulcer pada ikan koi. 

Penanganan pertama bisa kamu lakukan dengan cara membersihkan nanah pada lesi hingga membersihkan jaringan yang sudah rusak atau mati di sekitar lesi, termasuk mencabut sisik yang sudah rusak dan terinfeksi.

Treatment selanjutnya, kamu bisa memberikan obat-obatan yang mengandung antiseptik pada air seperti potassium permanganate (PK) dan acriflavine. 

Selain itu, ulcer pada kulit ikan koi dapat menyebabkan terganggunya osmoregulasi pada ginjal koi. Nah, untuk meringankan beban osmoregulasi, kamu bisa meningkatkan salinitas air (0,2 – 0,3%) dengan cara menaburkan garam.

Selanjutnya, berikan obat – obat topikal pada lesi ulcer ikan koi. Selain dapat mempercepat proses penyembuhan luka, obat ini juga dapat mencegah adanya infeksi lebih lanjut dari bakteri dan jamur.

Jika ulcer terjadi akibat infestasi ektoparasit, maka perlu dilakukan treatment selanjutnya terhadap parasit tersebut. Hal ini karena luka pada permukaan kulit dapat menjadi pintu masuk bagi infeksi agen patogen oportunistik yang berada di dalam air.

Itulah pembahasan tentang ulcer pada ikan koi. Jika tidak ditindaklanjuti secara profesional, ulcer pada ikan koi dapat mengundang penyakit lain untuk masuk. Nah, untuk mencegahnya, kamu bisa melakukan konsultasi terhadap dokter hewan di Hewania.

Selain itu, kamu juga bisa meng-upgrade pengetahuan kamu tentang ikan air tawar lewat webinar “Freshwater Fish Management & Medicine”. Webinar yang akan diisi oleh drh. Handi Putra Usmanini sebagai pembicara ini bakal membahas segalanya tentang ikan hias air tawar dari A-Z.

Yuk daftar sekarang sebelum kehabisan dan upgrade pengetahuanmu terhadap ikan hias air tawar!

 

Writer: drh. Handi Putra Usmanini

Editor: Galih Primananda Mulyana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!