bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

AnjingKesehatanMengenal Penyakit Cacing Jantung Pada Anjing  

Juni 2, 2022by HEWANIA0

Cacingan pada hewan tak selalu menginfeksi pada saluran pencernaan, namun bisa menginfeksi lapisan kulit bahkan mata hewan. Pada anjing terdapat parasit berupa cacing yang bisa menyerang organ jantung, cacing jenis ini sangat berbahaya dan sering menyebabkan kematian pada anjing yang terinfeksi.

Apa Itu Penyakit Cacing Hati pada Anjing?

Cacing jantung pada anjing — atau sering disebut heartworm — dapat disebabkan oleh cacing dari genus Dirofilaria yaitu Dirofilaria immitis. Genus cacing ini predileksi utamanya di dalam jantung, namun karena sifat migrasinya dapat juga menyerang organ hati, ginjal dan paru-paru.

Oleh karena cacing ini berpredileksi di dalam organ –organ vital sehinga dapat secara langsung mempengaruhi kondisi kesehatan secara menyeluruh di dalam tubuh anjing. Di dalam jantung, jika infestasinya sangat banyak maka dapat menyebabkan terganggunnya sirkulasi darah yang diedarkan ke seluruh tubuh, dan kondisi ini dapat memicu penurunan kinerja jantung.

Bagaiamana Cara Penyebarannya?

Penyakit ini bersifat zoonosis pada manusia menyebabkan human pulmonary dirofilariasis (HPD) jika nyamuk yang terinfeksi mikrofilaria menggigit dan menghisap darah manusia.

Anjing dapat terserang penyakit heartworm dari gigitan nyamuk Anopheles sp. dan Culex sp. yang terinfeksi larva cacing jantung (mikrofilaria). Nyamuk tersebut membawa mikrofilaria kemudian disebarkan pada saat menghisap darah anjing menuju jantung, paru, ginjal dan menjadi dewasa dan berkembang biak di lokasi tersebut. Anjing belum menunjukkan gejala klinis pada infeksi awal.

Gejala Penyakit Cacing Jantung pada Anjing

Anjing baru menunjukkan beberapa gejala klinis seperti batuk pada infeksi D. immitis ringan. Pada infeksi Dirofilaria yang sedang sampai parah, anjing akan kehilangan berat badan, rambut kasar, batuk kronis, mudah lelah, dyspnoe, suara jantung yang abnormal, hepatomegali, syncope, hydrotoraks, ascites, suara jantung yang abnormal, dan right-sided congestive heart failure (gagal jantung sebelah kanan).

 Kematian sering terjadi karena terjadinya emboli dan tromboemboli karena terdamparnya D. immitis dewasa yang mati pada daerah percabangan arteri pulmonalis. Cacing dewasa yang mati menginduksi perubahan arteri pulmonalis dalam waktu 3-6 minggu. Trombi, proliferasi villi yang ekstensif dan akibat respons terhadap inflamsi granulomatosa akan menghambat aliran darah ke lobus kaudalis paru-paru. Sindroma ini ditandai dengan adanya onset demam, dispnoea, takikardia, hipotensi, lemah, batuk atau hemoptisis.

Cara Mendiagnosa Cacing Jantung pada Anjing

 Untuk identifikasi microfilaria D. immitis dengan menggunakan Modified Knott’s Test (MKT). Untuk serodiagnosa, suatu teknik immunoassay terhadap infeksi D. immitis yaitu DIRO-CHECH ® dan ELISA-Ag-Test yang telah diproduksi secara komersial. Kit ini untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi ringan.

Bagaimana Cara Mengobatinya?

Untuk pengobatan dapat dilakukan dengan : Menggunakan Thiacertasamida (preparat arsena) dosis 0,2 ml/kg bb terbagi atas 2 dosis deberikan secara intravena selama 2 – 3 hari. Enam minggu setelah pengobatan dilanjutkan dengan menggunakan obat Levamizol HCL 10 mg/kg bb/hari selama 15 hari per oral untuk membunuh mikrofilaria. Bisa juga menggunakan obat golongan ivermectin dosis maksimal 6 mg/kg bb interval ulangan 30 hari, akan tetapi harus diingat bahwa ivermectin tidak boleh diberikan pada anjing Collie.

Penggunaan obat obatan tersebut harus atas rekomendasi dari dokter hewan. Pada 12 minggu setelah pengobatan, tes heartworm harus dilakukan lagi untuk memastikan bahwa infeksi benar-benar hilang. Jika tidak, seri pengobatan mungkin perlu diulang, umumnya 6 sampai 8 bulan setelah yang pertama

Cara Mencegah Penyakit Cacing Jantung pada Anjing

Pencegahan yang dapat dilakukan, kontrol pengendalian nyamuk Anopheles dan Culex yang merupakan vektor pembawa mikrofilaria yang menyebabkan penyakit cacing hati (heartworm) serta pemberian obat cacing broad spektrum setiap 3 atau 4 bulan sekali.

Kesimpulan

Itulah artikel yang membahas tentang penyakit cacing pada anjing. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut soal penyakit ini, kamu bisa melakukan konsultasi dokter hewan online di Hewania. Tersedia berbagai pilihan dokter hewan yang bisa kamu pilih.

Tunggu apalagi? Yuk jaga kesehatan anjing kesayanganmu di Hewania!

Writer: drh. Novendra Sitepu

Editor: Galih Primananda Mulyana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!