bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

Cara Mengobati Kucing Yang Diare Secara Alami

October 24, 2023by Galih Primananda0

Hewanians, meski terlihat sepele, namun diare bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih dalam pada kucing kamu lho.

Selain itu, kucing yang menderita diare sering merasa tidak nyaman. Dengan mengetahui cara mengobati diare, kamu dapat membantu kucing kamu merasa lebih baik lebih cepat. 

Apakah Diare pada Kucing Bahaya?

Ya, diare pada kucing bisa menjadi tanda bahaya dan masalah kesehatan yang serius. 

Diare yang parah dapat menyebabkan kucing kehilangan banyak cairan dalam waktu singkat, yang dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi adalah kondisi yang berbahaya dan dapat menyebabkan kelemahan, tekanan darah rendah, dan bahkan kematian jika tidak segera diatasi.

Selain itu, diare juga bisa menjadi gejala dari berbagai masalah kesehatan yang lebih dalam, seperti infeksi bakteri, virus, atau parasit, gangguan pencernaan, alergi makanan, penyakit ginjal, atau masalah hati. 

Untuk mengatasi masalah ini dengan baik, kamu perlu mendeteksi dan mengobati penyebab yang mendasarinya. Diare yang berkepanjangan dapat menyebabkan kucing kehilangan nutrisi penting karena tubuhnya tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik dari makanan yang dikonsumsi.

Cara Mengobati Kucing Yang Diare Secara Alami

Mengobati kucing yang mengalami diare secara alami adalah pilihan yang baik, tetapi ingatlah bahwa jika diare berlangsung lebih dari 24-48 jam, sangat penting untuk menghubungi dokter hewan karena ini bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang serius.

Berikut beberapa cara mengobati kucing yang diare secara alami: 

  • Ubah Diet: Menghilangkan camilan atau makanan tambahan, dan fokus pada makanan inti kucing yang bergizi lengkap sehari-hari adalah salah satu cara  mengobati kucing yang diare secara alami. Jika kamu baru saja mengubah makanan kucing kamu, kamu bisa mencoba untuk mengembalikannya ke diet sebelumnya untuk mengatasi diare. Reaksi terhadap makanan bisa terjadi kapan saja, baik setelah bertahun-tahun mengonsumsi makanan yang sama atau saat beralih ke makanan baru. Beberapa kucing mungkin merasakan perbaikan gejala dengan makanan rendah antigen atau hipoalergenik yang tersedia melalui dokter hewan. Ini mungkin terbuat dari sumber protein baru seperti bebek atau kelinci.
  • Berikan Air Minum yang Cukup: Kucing yang diare perlu minum air dalam jumlah yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Jaga agar mangkuk air kucing kamu tetap terisi dengan air segar dan bersih dan pertimbangkan untuk menambahkan mangkuk tambahan yang berisi kaldu ayam atau sapi encer. Cara mudah lainnya untuk meningkatkan asupan air kucing kamu adalah dengan mengalihkannya dari makanan kibble ke makanan kaleng. Untuk sementara, kamu bahkan bisa mencampurkan satu atau dua sendok makan tambahan air hangat ke dalam makanan kaleng kucing kamu.
  • Puasa Sementara: Berikan kucing kamu istirahat dari makanan selama 12-24 jam. Pastikan kucing tetap terhidrasi dengan memberikan akses ke air bersih. Setelah istirahat, perlahan-lahan perkenalkan makanan kucing dalam porsi kecil dan mudah dicerna
  • Beras atau Ayam Rebus: Setelah puasa, kamu bisa memberikan makanan lembut seperti nasi putih atau ayam rebus tanpa kulit atau rempah-rempah. Ini dapat membantu menghentikan diare dan memberikan makanan yang lebih mudah dicerna.
  • Serat: Makanan yang kaya serat seperti labu, labu air, atau bayam bisa membantu mengatasi diare. Berikan dalam jumlah kecil dan pastikan kucing kamu mentoleransi makanan ini.
  • Yogurt Probiotik: Memberikan yogurt alami tanpa pemanis atau pemanis buatan dengan kultur hidup dapat membantu mengembalikan keseimbangan bakteri usus kucing.
  • Cek Alergi Makanan: Diare bisa menjadi tanda alergi makanan. Coba makanan khusus untuk alergi makanan atau makanan yang hanya mengandung satu jenis protein (misalnya, ayam atau daging kalkun) dan satu jenis karbohidrat (misalnya, kentang atau beras) untuk beberapa minggu.
  • Perhatikan Perubahan: Catat perubahan dalam perilaku atau gejala kucing kamu. Jika diare terus berlanjut atau ada tanda-tanda lain seperti dehidrasi, muntah, atau kelemahan, segera konsultasikan dengan dokter hewan.
  • Hindari Obat Manusia: Hindari memberikan obat-obatan manusia kepada kucing tanpa saran dokter hewan, karena beberapa obat yang aman bagi manusia bisa berbahaya bagi kucing.

Selalu ingat untuk berkonsultasi dengan dokter hewan jika diare berlangsung lama atau menjadi semakin buruk. Kucing yang mengalami diare dapat mengalami dehidrasi dengan cepat, dan ini bisa menjadi tanda penyakit serius.

Kapan Harus Membawa Kucing ke Dokter Hewan Saat Diare?

Sangat penting bagi kamu untuk segera menghubungi dokter hewan jika kucing kamu mengalami hal-hal berikut: 

  • Munculnya darah pada diare 
  • Tinja berwarna hitam atau lengket 
  • Makan sesuatu yang beracun 
  • Demam, depresi, atau dehidrasi 
  • Gusi pucat atau kuning 
  • Masih belum menerima semua vaksinasi 
  • Muntah

 

Kamu bisa melakukan konsultasi dokter hewan secara online lewat aplikasi Hewania. Aplikasi Hewania menyediakan berbagai fitur dan layanan yang membantu kamu merawat hewan peliharaan secara lebih baik.

Mulai dari penjadwalan kunjungan ke dokter hewan, memberikan saran tentang diet dan nutrisi yang tepat, hingga artikel kesehatan-kesehatan menarik yang membantu menjaga kesehatan hewan peliharaan kamu.

Jadi, tunggu apa lagi? Jadilah bagian dari komunitas Hewania dan nikmati kemudahan dalam merawat hewan peliharaan kamu dengan aplikasi yang tepat.

Unduh sekarang di Google Play atau App Store dan bergabunglah dengan ribuan pemilik hewan peliharaan yang merasa puas dengan aplikasi Hewania.

Jangan biarkan kesehatan hewan peliharaanmu terabaikan, mulailah merawat mereka dengan lebih baik hari ini!

Leave a Reply

hewania
appstore
playstore
Hewania Head Office

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!