bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

KucingKesehatanDaftar 4 Vaksin Utama Untuk Kucing, Ada Vaksin Calicivirus

November 10, 2021by hewania0

Vaksin masih menjadi andalan untuk mencegah hewan peliharaan terinfeksi penyakit-penyakit serius. Begitu pula vaksin untuk kucing. Dikutip dari Kompas.com, dokter hewan Yeremia Yobelanno Sitompul mengatakan, setidaknya ada dua kategori vaksin yang perlu diberikan kepada kucing. “Vaksin utama untuk kucing itu untuk penyakit-penyakit yang penyebarannya cepat, mematikan hingga yang bersifat zoonosis atau bisa menular ke manusia,” paparnya.

Di samping vaksin utama (core vaccine), ada juga kategori vaksin tambahan. Vaksin tambahan diberikan berdasarkan gaya hidup kucing peliharaan. Misalnya, apakah kucing tersebut menghabiskan lebih banyak waktu di dalam rumah ataukah di luar rumah. Lantas apa saja yang termasuk vaksin utama dan wajib diberikan kepada kucing kesayangan? Dan apa saja vaksin tambahan yang bisa dipertimbangkan? Berikut ulasannya.

 

4 Vaksin Utama Untuk Kucing

  • Vaksin Feline Calicivirus

Penyakit ini masuk dalam salah satu jenis flu yang paling sering menyerang kucing disamping felince herpesvirus (FHV). Penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas dan mulut kucing ini ternyata bisa dihindari melalui pemberian vaksin FCV. Kucing yang terinfeksi virus ini biasanya menunjukkan sejumlah gejala seperti pilek, mata merah hingga belekan, dan adanya luka di sekitar mulut. Info selengkapnya mengenai Feline Calicivirus bisa kamu baca di sini ya, Hewanians!

  • Vaksin Feline Herpesvirus

Sama dengan Calicivirus, Herpesvirus juga menyerang pernapasan bagian atas dan mudah sekali menular dari satu kucing ke kucing lainnya. Namun, Hewanians perlu ingat bahwa herpesvirus pada kucing tidak akan benar-benar hilang meski kucing sudah sembuh. Ini karna virus yang masuk ke tubuh kucing akan tetap berada di sel-sel saraf sepanjang ia hidup. 

Saat antibodi kucing melemah, maka kucing yang membawa virus ini berpotensi untuk melepaskan virus dan menularkan ke kucing lainnya. Karena itu, Hewanians harus waspada apabila kucing kesayangan sudah menunjukkan gejala-gejala herpesvirus seperti: konjungtivitas, bersin, radang tenggorokan, lesu, demam, dan terkadang batuk. Segera konsultasikan kesehatan kucing kesayanganmu ke dokter hewan terpercaya ya! Namun alangkah baiknya, kamu memberikan vaksin Feline Herpesvirus sebagai upaya pencegahan untuk kucingmu.

  • Vaksin Feline Panleukopenia Virus

Bila dua virus sebelumnya menyerang saluran pernapasan, Feline Panleukopeniavirus (FP) justru menyerang saluran pencernaan, sistem imun, hingga sistem saraf pada kucing. Dikutip dari Kompas.com, dahulu, FP dikenal sebagai penyakit utama yang menyebabkan kematian pada kucing. Akan tetapi di kemudian hari, penyakit ini berhasil dikendalikan setelah ditemukannya vaksin.

Sama halnya dengan Calicivirus dan Herpesvirus, FP juga masuk dalam kelompok penyakit mudah menular pada kucing. Biasanya, anak kucing yang tidak diberi vaksin FP akan lebih rentan terinfeksi virus ini. Meski begitu, bukan berarti kucing dewasa imun terhadap penyakit ini.

Bila seekor kucing terinfeksi virus FP, maka sel-sel di dalam tubuhnya akan berpotensi mengalami kerusakan yang sangat cepat. Virus yang masuk ke tubuh kucing akan membunuh sel-sel di sumsum tulang, usus, dan bahkan pada janin yang sedang berkembang. Mengingat bahayanya FP, Hewanians sebaiknya memberi vaksin FP untuk kucing kesayanganmu sedini mungkin sesuai anjuran dokter hewan.

  • Vaksin Rabies

Meski penyakit ini umum di kalangan anjing, tahukah kamu bahwa kucing pun bisa terinfeksi rabies? Dilansir dari laman resmi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Ameria Serikat, dibandingkan pada anjing, rabies nyatanya lebih banyak di jumpai pada kucing. 

Selain dikenal sebagai penyakit yang kerap mengakibatkan kematian pada hewan, rabies ternyata juga mudah menular dari satu hewan ke hewan lainnya. Penularan rabies biasanya terjadi akibat gigitan, dimana luka bekas gigitan menjadi jalan masuk virus ini ke tubuh hewan.

Meski begitu, Hewanians tidak perlu khawatir. Pasalnya, rabies juga bisa dicegah dengan pemberian vaksin rabies. Tak hanya hewan, manusia pun bisa memperoleh vaksin ini guna menghindari infeksi virus rabies.

 

Vaksin Tambahan Untuk Kucing Peliharaan

Disamping vaksin inti yang wajib, ada sejumlah vaksin tambahan yang bisa kamu berikan untuk kucing peliharaan. Biasanya, pemberian vaksin tambahan ini dilakukan atas anjuran dari dokter hewan. Berikut adalah daftar vaksin tambahan untuk kucingmu:

  • Feline Leukemia Virus
  • Bordetella
  • Feline Immunodeficiency Virus
  • Klamidia

Pemberian vaksin yang tepat akan sangat berguna untuk kucing kesayanganmu agar ia tetap sehat dan ceria. Lakukan konsultasi dengan dokter hewan terpercaya untuk menentukan waktu dan jenis vaksin apa yang perlu diberikan kepada kucingmu. Hewanians juga bisa melakukan konsultasi untuk pemberian booster secara berkala. Konsultasi kesehatan hewan kini jadi lebih mudah dengan hadirnya teleadvice Hewania. Segera manfaatkan teleadvice Hewania untuk menjaga kesehatan hewan peliharaanmu, ya!

 

Writer: Jessica Patricia Tanjung

Ditinjau: drh. Sri Widowati Anjarsari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!