bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

KucingKesehatanWaspadai Calicivirus Pada Kucing di Musim Pancaroba, Ini 7 Cara Merawatnya

November 8, 2021by hewania0

Di masa transisi dari kemarau ke musim penghujan seperti saat ini merupakan tantangan terbesar bagi Hewanians yang memelihara kucing. Pasalnya, perubahan suhu dan kelembapan udara menjadi pemicu perkembangan mikroorganisme seperti bakteri, virus dan parasit yang membuat kucingmu sakit. Salah satu penyakit yang umum diderIta kucing di musim pancaroba adalah calicivirus. Karna termasuk penyakit berbahaya, Hewanians harus waspadai calicivirus pada kucing di musim pancaroba, ya! Simak ulasan berikut.

Calicivirus pada kucing atau Feline Calicivirus merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi calicivirusdari famili caliciviridae. Virus ini tersebar diseluruh dunia dan dapat menyerang semua ras kucing. Feline Calicivirus termasuk dalam kategori penyakit berbahaya bagi kucing. Ini dikarenakan penyakit ini memiliki tingkat infeksi dan penularan yang tinggi. Khususnya pada kucing yang belum pernah divaksin. 

Biasanya, kucing yang terinfeksi calicivirus akan mengalami sejumlah gejala diantaranya, gangguan pernapasan, demam, bersin disertai keluarnya leleran cairan hidung, luka di sekitar bibir dan mulut yang tampat seperti sariawan. Gejala-gelaja ini juga umumnya dibarengi dengan hilangnya nafsu makan, lesu, hipersalivasi atau mengeluarkan liur secara berlebihan, radang gusi dan radang paru-paru.

Radang paru-paru pada kucing yang terkonfirmasi calicivirus dapat berkembang disertai infeksi sekunder bakteri. Gejala klinis ini akan muncul 2 hingga 8 hari setelah infeksi virus dan mencapai puncaknya dalam 10 hari setelah gejala klinis teramati. Namun, Hewanians tak perlu khawatir, meski mudah menular, calicivirus pada kucing ini tidak akan menular ke manusia.

Menyoal gejala-gejalanya, ada hal yang perlu Hewanians perhatikan. Feline Calicivirus memiliki gejala yang mirip dengan Rhinotracheitis virus, yang sama-sama tergolong penyakit infeksi pernapasan pada kucing. Meski begitu, ada ciri khusus pada Feline Calicivirus yang tidak dijumpai pada Rhinotracheitis Virus, yaitu adanya sariawan pada ulkus atau rongga mulut kucing. Akan tetapi, jika Hewanians tidak yakin apakah gejala yang tampak tergolong calicivirus, segera lakukan pemeriksaan anamnesis dan laboratorium hematologi lengkap.

 

Calicivirus pada Kucing Bisa Menular Dari Tangan Pemilik

Felince Calicivirus menular dari kucing yang terinfeksi kepada kucing yang sehat melalui droplet, air liur dan sekresi mata. Tentunya, transmisi virus dengan cara seperti ini dapat terjadi akibat adanya kontak langsung antara kucing yang terinfeksi dengan kucing yang sehat.

Selain itu, penularan melalui peralatan makan, peralatan minum dan kadang juga merupakan hal yang mungkin terjadi. Bahkan, yang mungkin akan terdengar janggal adalah penularan dengan perantaraan tangan si pemilik kucing. Virus yang menempel pada benda-benda perantara akan masuk ke dalam tubuh kucing sehat melalui hidung, mulut dan mata. Setelah memasuki tubuh, virus akan secara otomatis memperbanyak diri pada saluran mulut, saluran pernapasan dan area mata.

 

Pengobatan dan Pencegahan Calicivirus Pada Kucing Peliharaan

Bila Hewanians menemukan sejumlah gejela calicivirus pada kucing kesayangan, jangan khawatir. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan pada kucing yang terinfeksi calicivirus:

  • Hindari terjadi dehidrasi
  • Berikan makanan dengan nutrisi yang baik dan tekstur lunak
  • Sebaiknya tidak memandikan kucing saat sedang sakit
  • Bantulah kucing untuk tetap makan teratur. Bisa dilakukan dengan menyuapi kucing kesayanganmu.
  • Pastikan untuk selalu membersihkan kotoran mata dan hidung secara rutin
  • Berikan multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh
  • Bila perlu, berikan antibiotik sesuai dengan anjuran dokter jika ditemukan infeksi sekunder

Selain itu, jika Hewanians memiliki kucing lebih dari satu, lakukan upaya-upaya pencegahan agar tidak terjadi penularan penyakit ini. Untuk sementara waktu, lakukan isolasi pada kucing yang terinfeksi calicivirus. Tempatkan kucing kesayangan yang sedang sakit di ruangan terpisah yang nyaman dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Untuk sementara waktu, batasi aktivitas luar ruang (outdoor) untuk kucing yang sedang sakit sampai ia benar-benar sembuh. Bersihkan kandang atau ruang isolasi secara berkala, termasuk tempat makanan dan minumnya. Hewanians bisa memakai sarung tangan saat membersihkan wadah “toilet” kucing kesayangan yang sedang sakit.

Mengingat mudahnya penularan calicivirus pada kucing di musim pancaroba, Hewanians perlu lebih ketat menjaga kebersihan dan kesehatan kucing kesayangan. Meski ada sejumlah hal yang bisa dilakukan guna mencegah penyebaran calicivirus, upaya terbaik adalah pemberian vaksin kucing secara teratur setiap tahun. Tentunya, vaksin yang diberikan harus sesuai dengan anjuran dan pengawasan dokter hewan terpercaya. Konsultasikan kesehatan hewanmu di layanan teleadvice Hewania.

 

Writer: drh. Indah Wadini

Editor: Jessica Patricia Tanjung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!