bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

KucingKesehatanIni Alasan Kucing Mengeong Terus

Oktober 5, 2021by hewania0

Kucing punya cara yang unik untuk berkomunikasi dengan manusia. Entahkah untuk menyapa atau sekedar untuk memintamu melakukan sesuatu. Ini dilakukan kucing dengan cara mengeong. Bahkan, kamu mungkin menemukan bahwa kucing mengeong terus kepadamu. Tahukah kamu, Hewanians, bila bukan musim kawin, kucing dewasa tidak mengeong ke sesamanya. Kucing mengeong hanya kepada manusia.

Lain halnya dengan anak kucing. Jika kamu perhatikan, anak kucing lebih banyak mengeong daripada kucing dewasa. Lantas, kamu mungkin bertanya, apakah anak kucing mengeong untuk berkomunikasi dengan manusia? Tidak, anak kucing mengeong untuk berkomunikasi dengan ibunya. Mereka mengeong sebagai tanda sedang lapar atau kedinginan.

Selain usia, beberapa kucing juga mengeong lebih sering karena memang ras kucing tersebut gemar mengeong. Misalnya, kucing Siam. Dibandingkan ras lainnya, kucing Siam mengeong lebih banyak bahkan cenderung berlebihan. Namun, perlu diingat bahwa semua kucing mengeong sampai batas tertentu dan akan berkurang seiring bertambahnya usia.

Lantas, apa yang menyebabkan kucing sering mengeong? Dan bagaiamana kamu tahu bahwa kucing kesayangamu mengeong terlalu banyak? Simak ulasan berikut!

Kucing Mengeong Terus Untuk Menyapa dan Meminta Perhatianmu

Saat kamu pulang dan masuk ke dalam rumah, cobalah untuk melihat kucing kesayanganmu. Apakah kucingmu mengeong? Biasanya, kucing mengeong saat melihatmu datang. Ini merupakan caranya untuk menyapamu dan mengajakmu berbicara.

Selain itu, kucing juga akan mengeong jika ia ingin diperhatikan. Pasalnya, kucing merupakan peliharaan yang suka menjadi pusat perhatian saat bersosialisasi dengan manusia. Itulah mengapa, jika kamu tidak memperhatikannya, kucingmu akan terus mengeong untuk mendapatkan perhatianmu.

Hal yang sama berlaku jika kamu meninggalkan kucing kesayangamu di rumah. Kucingmu akan mengeong terus untuk mencari perhatian sampai ia mendapatkannya. Dia tidak akan senang terus-menerus menunggumu dalam kesendirian. Akan tetapi, jika kamu sedang sibuk dan tidak dapat memberinya perhatian, hindari untuk membentak kucingmu. Biarkan saja sampai ia berhenti mengeong. Bila perlu, kamu memperhatikannya setelah dia berhenti mengeong. Dengan begitu, kucing kesayanganmu tahu kapan ia bisa mengajakmu bermain dan kapan waktunya untuk menunggumu.

“Aku Lapar, Saatnya Makan”

Saat lapar, kucing juga mengeong. Tahukah kamu, Hewanians, kucing termasuk hewan peliharaan yang suka makan, lho! Biasanya, mendekati waktu makan, kucing mengeong untuk mengingatkanmu menyiapkan makanannya. Bahkan di pagi hari saat kamu mungkin masih tertidur, jika kucing kesayanganmu lapar, ia akan mengeong dan membangunkanmu untuk menyiapkan sarapan.

Selain meminta makan, kucing kerap mengeong untuk hal-hal lain yang ia inginkan. Misalnya, kucingmu ingin masuk atau keluar ruangan. Bagaimana kamu tahu kucing mengeong untuk masuk ke ruangan tertentu atau keluar? Biasanya, kucing akan mengeong dekat dengan pintu, entahkah untuk masuk atau untuk keluar ruangan. Selain mengeong dekat pintu, kucing juga mengeong dekat jendela. 

Bila kamu tidak memberinya kesempatan untuk pergi ke tempat yang ia inginkan, kucingmu akan lebih sering mengeong di tempat tersebut. Perlu waktu yang cukup panjang untuk membiasakan kucingmu sampai ia tidak mengeong lagi saat kamu melarangnya keluar atau masuk ruangan.

Kucing Mengeong, Gejala Alzheimer?

Di usia tua, kucing juga lebih sering mengeong. Khususnya kucing tua yang menderita Alzheimer. Biasanya, ia akan mengeong karena mengalami kebingungan mental atau disfungsi kognitif. Selain lebih banyak mengeong, kucing tua biasanya mengeong lebih keras dari kucing dewasa lainnya.

Meski ada sejumlah alasan mengapa kucing mengeong, seringkali pemilik kucing pun tidak tahu apa yang menyebabkan kucing sering mengeong. Mungkin saja, ia mengeong bukan karena lapar atau bukan juga karena mencari perhatian. Tapi, karna hal-hal lain yang bisa saja berhubungan dengan kesehatannya. Untuk memastikan kondisi kucing kesayanganmu, alangkah baiknya melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter hewan terpercaya. Ini juga penting untuk menghindari kucing kesayanganmu menderita penyakit-penyakit yang serius, seperti penyakit tiroid dan ginjal.

Kamu bisa menjadwalkan konsultasi kesehatan rutin dengan dokter hewan terpercaya melalui layanan konsutasi Hewania. Teleadvice Hewania bisa kamu akses dimana dan kapan saja. Selainitu, kamu juga bisa mengakses informasi-informasi terbaru seputar kesehatan kucing kesayanganmu melalui artikel-artikel di Blog Hewania.

Penulis: Jessica Patricia Tanjung
Ditinjau oleh: drh. Cornelia Istyani Hapsari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!