bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

KucingKesehatanKenali Penyakit Ginjal Kronis Pada Kucing

Oktober 8, 2021by hewania0

Sama halnya dengan manusia, ginjal pada hewan peliharaan merupakan organ tubuh dengan peranan yang vital. Salah satu fungsi ginjal adalah menyaring darah. Itulah sebabnya, sedikit masalah pada ginjal, akan sangat mempengaruhi kesehatan seluruh tubuh. Tak hanya manusia yang berpotensi memiliki masalah pada ginjal, kucing juga berpotensi menderita penyakit ginjal kronis. Simak ulasan berikut untuk mengetahui lebih jauh mengenai penyakit ginjal kronis pada kucing.

Perlu Hewanians ketahui, diantara banyak penyakit ginjal, Feline chronic kidney disease atau yang dikenal dengan sebutan CKD merupakan yang paling umum. Kondisi ini terjadi saat ⅔ bagian dari ginjal kucing sudah mengalami kerusakan yang menganggu fungsi ginjal sehari-hari. Ada beberapa hal yang memicu penyakit ginjal kronis pada kucing, diantaranya infeksi bakterial, makanan yang kurang sesuai, efek samping obat hingga dehidrasi berkepanjangan.

 

Ini Gejala Penyakit Ginjal Kronis Pada Kucing

Umumnya, penyakit CKD dialami oleh kucing dewasa. Namun, ini tidak berarti kucing yang masih muda imun terhadap penyakit ginjal kronis. Pada kucing muda, penyakit CKD umumnya diderita oleh kucing dalam rentang usia 2-5 tahun. Adapun beberapa gejala klinis yang umum dijumpai pada kasus CKD, sebagai berikut:

Penurunan Berat Badan dan Anemia

Dilansir dari laman resmi Cornell University, kucing dengan penyakit ginjal kronis umumnya mengalami penurunan berat badan. Ini disebabkan oleh menumpuknya zat-zat sisa metabolisme dalam tubuh, salah satunya asam dalam darah. Penumpukan ini membuat kucing tampak lesu dan lemas. Tak jarang mereka pun kehilangan nafsu makan yang berujung pada penurunan berat badan.

Lebih Banyak Minum

Jika kucing kesayanganmu lebih banyak minum dari biasanya, Hewanians sebaiknya mulai lebih memperhatikan kesehatannya. Pasalnya, penyakit ginjal kronis pada kucing ditandai dengan peningkatan intensitas minum. Kucing akan mudah merasa haus bahkan dehidrasi karna ia lebih banyak mengeluarkan urine. Itulah sebabnya, untuk mengimbangi kondisi hilangnya air dalam tubuh, kucing akan minum lebih banyak dari biasanya.

Rabut Kusam

Perubahan warna pada bulu kucing kesayanganmu juga bisa jadi tanda adanya masalah di dalam tubuh. Ada berbagai penyakit yang menyebabkan bulu kucing kusam, salah satunya adalah CKD. Karenanya, penting bagi Hewanians untuk selalu memperhatikan perubahaan sekecil apapun yang dialami kucing kesayangan. Dengan begitu, bila ada potensi terkena penyakit-penyakit serius, kucingmu segera mendapat pertolongan yang tepat.

Gusi Pucat

Kucing dengan penyakit ginjal kronis rentan mengalami penumpukan asam dalam darah mereka. Ini mempengaruhi fungsi berbagai sistem organ di dalam tubuh kucing. Salah satunya menyebabkan anemia, penurunan konsentrasi sel darah merah dalam darah. Inilah yang menyebabkan gusi kucing menjadi pucat. Dalam kasus yang parah, bahkan gusi bisa berwarna keputihan.

Diagnosa penyakit ginjal kronis pada kucing dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan. Adapun pemeriksaan CKD meliputi, pemeriksaan darah rutin, pemeriksaan darah biokimiawi, diagnostic imaging dengan USG atau X-ray dan pemeriksaan urin. Perlu diingat, bahwa penyakit ginjal kronis bukanlah penyakit yang dapat disembuhkan secara total. Meski begitu, Hewanians tidak perlu khawatir karena penyakit ini bisa dikendalikan. Dengan begitu, kamu bisa membantu meningkatkan kualitas hidup kucing kesayanganmu.

5 Cara Mencegah Penyakit Ginjal Kronis Pada Kucing

Dilansir dari laman Blue Pearl Vet, ada lima hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ginjal kronis:

Kotak Kotoran Kucing Diletakkan Di Tempat Terjangkau

Hewanians, posisi kotak “toilet” kucing kesayanganmu ternyata juga mempengaruhi gaya hidupnya, lho! Agar kucingmu tetap sehat, usahakan untuk meletakkan kotak “toilet” di tempat yang terjangkau. Dengan begitu, kucing kesayanganmu akan lebih mudah menjangkaunya saat hendak membuang kotoran.

Jadwalkan Pemeriksaan Rutin

Penyakit ginjal kronis pada kucing bukanlah penyakit semalam. Itulah sebabnya, penting bagi Hewanians untuk rutin memeriksa kesehatan kucing kesayanganmu. Terutama jika ada gejala-gejala serius dan menjurus ke penyakit gagal ginjal kronis. Biasanya, dokter hewan akan mengarahkan kucing kesayanganmu untuk melakukan pemeriksaan laboratorium. Metode pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi perubahan kecil dalam tubuh kucingmu. 

Pastikan Kucingmu Cukup Minum

Agar ginjal tetap sehat, kucing kesayanganmu harus cukup minum. Untuk itu, Hewanians harus selalu memperhatikan wadah minum kucingmu. Pastikan selalu terisi air segar sehingga kucing kesayanganmu bisa minum kapanpun ia mau. 

Beri Makanan Basah

Terkadang kucingmu sulit minum. Untuk memastikannya tetap terhidrasi dengan baik, kamu bisa mensiasatinya dengan memberi makanan yang mengandung kadar air yang tinggi. Ini bisa menjadi alternatif agar kucing kesayanganmu tetap minum tiap harinya.

Jaga Berat Badan Kucingmu Tetap Ideal

Seperti pada manusia, obesitas pada kucing dapat menyebabkan beberapa penyakit serius, salah satunya penyakit ginjal kronis. Bila berat badan kucing kesayangamu melebihi batas normal, Hewanians bisa segera berkonsultasi dengan dokter hewan terpercaya untuk mendapat arahan diet yang tepat.

Mengingat berbahayanya CKD untuk kucing kesayanganmu, sebaiknya Hewanians melakukan upaya-upaya pencegahan seperti yang disebutkan di atas. Tak lupa, jadwalkan konsultasi rutin dengan dokter hewan terpercaya untuk memastikan kucingmu tetap sehat. Konsultasi dokter hewan kini bisa dilakukan melalui layanan teleadvice Hewania. Selain itu, kamu juga bisa mengakses informasi-informasi terbaru seputar kesehatan kucing kesayanganmu melalui artikel-artikel di Blog Hewania.

 

Penulis: drh. Sri Widowati Anjarsari

Editor: Jessica Patricia Tanjung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!