bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

KucingKesehatanPenyakit Kulit Pada Kucing Persia dan Cara Mengobatinya

April 11, 2022by HEWANIA0

Hewanians, jika tidak dirawat dengan baik, kucing persia rentan terkena penyakit. Termasuk penyakit kulit. Sudahkah kamu tahu soal penyakit kulit pada kucing persia?

Baca juga: 4 Cara Merawat Kucing Persia Peaknose Agar Bulunya Tidak Rontok

Apa Itu Penyakit Kulit Pada Kucing?

Kulit merupakan organ terbesar – ¼ berat badan tubuh kucing adalah kulitnya – pada tubuh kucing. Selain itu, kulit juga merupakan organ tubuh penting bagi kucing yang dapat melindungi mereka dari lingkungan luar serta dapat meregulasi suhu tubuh.

Penyakit kulit kucing merupakan masalah kesehatan yang menimpa pada bagian tubuh kulit kucing. Sebuah studi menunjukan jika 6 sampai 15 persen kucing memiliki setidaknya satu dermatopati.

Ada beberapa masalah yang dapat menyerang kulit kucing, mulai dari alergi hingga parasit. Penyebab penyakit kulit pada kucing juga bervariasi. Mereka bisa saja disebabkan oleh gaya hidup kucing, gender, dan ras kucing itu sendiri.

Pada kucing persia, penyakit kulit yang biasanya menyerang kucing eksotis ini adalah seborrhea idiopatik. 

Ada beberapa gejala yang dapat muncul saat terkena penyakit kulit, diantaranya:

  • Menggaruk, menjilat, dan menelan bulu secara berlebihan.
  • Kulit menjadi kemerahan 
  • Kulit mengalami benjolan ataupun bengkak
  • Bulu menjadi rontok

Mengenal Penyakit Kulit Pada Kucing Persia

Dilansir dari PetMD, kucing persia memiliki masalah kelainan kulit yang disebut dengan seborrhea idiopatik. 

Penyakit kulit primer ini dapat menyebabkan kelenjar kulit memproduksi zat berminyak yang berlebihan. Hal ini kemudian dapat menggumpal di bulu dan menyebabkan bau yang tak sedap.

Selain itu, seborrhea idiopatik dapat membuat iritasi pada kulit kucing dan membuat kulit kucing jadi merah. Kemudian, kondisi ini akan membuat kucing gatal dan karena saking gatalnya, mereka akan terus menggaruk tubuhnya.

Meski kebanyakan terjadi pada kucing persia, namun sebenarnya penyakit kulit ini dapat menyerang kucing dari berbagai ras.

Baca juga: 5 Tanda Masalah Kulit dan Rambut pada Anjing dan Kucing

Jenis-jenis Penyakit Kulit Seborrhea Pada Kucing Persia

Ada dua jenis paling umum dari penyakit seborrhea, yaitu seborrhea sicca dan seborrhea oleosa.

Gejala dari seborrhea sicca adalah membuat kulit kucing persia menjadi lebih kering dan bersisik. Sedangkan seborrhea oleosa dapat membuat kulit menjadi lebih berminyak pada kucing persia.

Biasanya, penyakit kulit pada kucing persia ini menyerang kulit pada bagian punggung dan di sekitar mata dan telinga. Selain itu, seborrhea juga dapat menimbulkan iritasi pada bagian kulit kucing yang terlipat, seperti pada ketiak, leher, sekitaran kaki, dan lain-lain.

Penyebab Penyakit Kulit Seborrhea Pada Kucing Persia

Jika seborrhea tersebut adalah penyakit bawaan, maka penyebabnya tidak dapat diketahui atau idiopatik. Namun, dalam kasus seborrhea sekunder, terdapat beberapa penyebab yang paling umum:

  • Parasit 
  • Infeksi jamur 
  • Alergi 
  • Masalah diet 
  • Gangguan endokrin 
  • Kegemukan atau obesitas

Cara Mengobati Penyakit Kulit Seborrhea Pada Kucing Persia

Untuk mengobati penyakit kulit pada kucing persia ini, kamu harus melakukan konsultasi tentang hal ini terlebih dahulu kepada dokter hewan. Ada beberapa langkah yang akan dilakukan dokter hewan.

Yang pertama adalah diagnosis. Pertama, dokter hewan akan melakukan pemeriksaan fisik pada kucing.Jika kucing kamu adalah kucing Persia, maka proses diagnosis akan berjalan lebih mudah karena mereka rentan terhadap seborrhea idiopatik.

Selanjutnya, dokter hewan akan memeriksa penyakit yang dapat menyebabkan seborrhea sekunder. Tes yang dapat dilakukan meliputi:

  • Complete blood count atau hitung darah lengkap (CBC) 
  • Analisis hormon 
  • Kerokan kulit 
  • Bakteri
  • Jamur
  • Biopsi kulit

Setelah diagnosis selesai, dokter hewan akan memberikan beberapa obat untuk menanggulangi penyakit ini. 

Jika kucing persia kamu mengidap sheborrhea idiopatik, maka dokter hewan akan menyarankan kombinasi antara sampo dan kondisioner untuk mengontrol minyak berlebih serta mengurangi gatal-gatal pada kulit.

Kemudian, jika kucing kamu terkena infeksi seborrhea sekunder, maka dokter hewan akan menyarankan beberapa pengobatan seperti antibiotik, antijamur, maupun obat alergi.

Baca juga: 3 Penyebab Gatal-gatal Pada Anjing dan Kucing Serta Cara Mengobatinya. Yuk Ketahui!

Kesimpulan

Penyakit kulit pada kucing persia merupakan masalah kesehatan serius. Oleh karena itu, kamu wajib menyerahkan hal ini pada dokter hewan.

Kamu bisa melakukan konsultasi dokter hewan secara online di Hewania. Tersedia berbagai pilihan dokter hewan yang bisa kamu pilih. Selain itu, kamu juga bisa mengatur jadwal konsultasi ini dengan fleksibel.

Tunggu apalagi? Yuk konsultasikan kesehatan kucing persiamu ke dokter hewan di Hewania!

Writer: Galih Primananda Mulyana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!