bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

5 Perubahan Perilaku pada Kucing yang Harus Kamu Waspadai!

April 11, 2023by Galih Primananda0

Hewanians, kucing dapat mengalami perubahan perilaku yang dapat menjadi tkamu-tkamu adanya masalah kesehatan atau lingkungan yang memengaruhi mereka. Beberapa perubahan perilaku pada kucing dapat terjadi secara tiba-tiba, sementara yang lain berkembang secara bertahap.

Mengamati dan memahami perubahan perilaku pada kucing kamu dapat membantu kamu mengidentifikasi masalah dan mengambil tindakan yang tepat untuk membantu kucing kamu merasa lebih baik. Beberapa perubahan perilaku yang umum pada kucing meliputi penurunan nafsu makan atau minum, lemas, kecemasan, kelesuan, hingga agresi.

Dalam artikel ini, Hewania akan membahas lebih lanjut tentang perubahan perilaku pada kucing, termasuk penyebabnya. Jangan abaikan perubahan perilaku pada kucing kamu, karena hal tersebut dapat menjadi tanda-tanda adanya masalah kesehatan yang serius.

Yuk simak penjelasan perubahan perilaku pada kucing di bawah ini!

5 Perubahan Perilaku pada Kucing yang Harus Kamu Waspadai

Ada beberapa perubahan perilaku pada kucing yang harus diwaspadai, antara lain:

1. Kucing Tidak Makan atau Minum Air Selama Lebih dari 24 Jam

Kucing yang tidak makan dan minum selama lebih dari 24 jam sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal. Kucing yang tidak makan dan minum akan mengalami dehidrasi dan kelaparan, yang dapat menyebabkan kerusakan pada organ vital seperti hati, ginjal, dan jantung. 

Dehidrasi dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti gagal ginjal, sementara kelaparan dapat menyebabkan kelemahan otot dan bahkan kematian.

2. Kucing Tidak Buang Air Besar atau Kecil Selama Lebih dari 24 Jam

Ketika kucing tidak dapat buang air besar secara teratur, kotoran dalam usus dan rektumnya menjadi kering dan keras. Kondisi ini disebut dengan konstipasi atau sembelit. Jika tidak diobati dengan cepat, kondisi ini dapat menyebabkan obstruksi usus atau bahkan pecahnya usus.

Kondisi ini juga bisa sangat menyakitkan dan membuat kucing merasa tidak nyaman. Kucing mungkin menunjukkan tanda-tanda seperti merintih atau menjilat-jilat daerah anusnya.

3. Kucing Terlihat Lelah atau Lesu Sepanjang Waktu

Ada banyak penyakit yang dapat menyebabkan kucing terlihat lemas atau lesu sepanjang waktu. Beberapa tanda penyakit yang dapat menyebabkan kucing terlihat lemas atau lesu adalah:

  • Demam
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi virus atau bakteri
  • Anemia
  • Diabetes
  • Hipertiroidisme
  • Penyakit hati
  • Penyakit ginjal
  • Infeksi pernapasan atau alergi
  • Kanker

Tanda-tanda lain yang mungkin terlihat pada kucing yang lemas adalah kurang berminat bermain, kurang aktif, makan dan minum yang berkurang, dan kehilangan berat badan.

4. Kucing Kesulitan Bernafas atau Bernafas dengan Cepat

Dispnea, atau kesulitan bernafas merupakan perubahan perilaku pada kucing yang juga harus kamu waspadai. 

Menurut Cornell University, Selain kesulitan bernafas, kucing yang menunjukkan dispnea sering menunjukkan berbagai tkamu klinis terkait. Kucing mungkin akan terlihat bernafas lebih cepat dari biasanya. Selain itu, mereka mungkin akan terengah-engah dengan mulut terbuka dan mungkin sering batuk. 

Pada kucing, dispnea mungkin akut, berkembang selama beberapa jam.  Di sisi lain, dispnea mungkin akan terjadi secara kronis,  tumbuh dalam tingkat keparahan secara bertahap selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. 

Penyebab potensial dari masalah pernafasan pada kucing bisa jadi: 

  • benda asing di saluran hidung, 
  • gagal jantung kongestif, 
  • tumor paru-paru atau gangguan paru serius lainnya, 
  • cairan perut yang berlebihan, 
  • cedera dada, 
  • penyakit virus, 
  • dan benda asing yang bersarang di tenggorokan.

5. Kucing Berubah Menjadi Agresif

Agresi, didefinisikan sebagai perilaku bermusuhan atau kekerasan yang dimaksudkan untuk mendominasi atau mengintimidasi individu lain, adalah masalah perilaku yang cukup umum pada kucing.

Penyebab perilaku agresif pada kucing bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor, baik dari segi pemicu ataupun  target.

Ada beberapa hal yang harus kamu waspadai dari perilaku kucing yang agresif. Mulai dari cedera pada kucing lain dan orang lain, ataupun penyerahan pada tempat penampungan karena sifat agresif ini.

Pastikan kamu memberikan yang terbaik bagi hewan kesayangan kamu. Salah satu hal penting yang harus dilakukan adalah dengan membawa hewan peliharaan kamu ke klinik hewan secara rutin untuk memeriksakan kesehatannya.

Di klinik hewan, dokter hewan akan melakukan pemeriksaan terhadap hewan peliharaan kamu untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Dokter hewan juga dapat memberikan saran dan rekomendasi tentang perawatan yang tepat bagi hewan peliharaan kamu.

Jangan biarkan hewan peliharaan kamu menderita karena tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Segera buat janji dengan klinik hewan dan bawa hewan peliharaan kamu untuk diperiksa. 

Jika kamu mencari tempat yang tepat untuk merawat hewan peliharaan kamu, Klinik Hewania adalah pilihan yang tepat untuk kamu!

Klinik Hewania menyediakan berbagai pilihan dokter hewan yang berkualitas, siap memberikan perawatan terbaik untuk hewan peliharaan kamu. Klinik Hewania menawarkan berbagai jenis layanan, mulai dari pemeriksaan rutin hingga perawatan spesialis.

Jadi, tunggu apalagi? Segera buat janji dengan Klinik Hewania untuk merawat hewan peliharaan kamu dan pastikan bahwa mereka mendapatkan perawatan yang terbaik.

Leave a Reply

hewania
appstore
playstore
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!