bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

AnjingKesehatan10 Tipe Penyakit Kulit Anjing, Ada Reaksi Alergi Hingga Infeksi 

Desember 9, 2022by HEWANIA0

Penyakit kulit merupakan salah satu penyakit yang umum diderita oleh anjing. Anjing yang menderita penyakit kulit biasanya akan menunjukkan gejala seperti menggaruk dan menggigit area kulit tertentu, serta terjadi kerontokan bulu di permukaan kulit anjing tersebut. Sebagai pemilik anjing, kamu harus tahu apa saja tipe penyakit kulit anjing tersebut. Yuk, simak infonya di sini! 

Baca juga: 6 Obat Penyakit Kulit Anjing Paling Ampuh. Yuk Simak!

1. Dermatitis Kontak Alergi 

Layaknya manusia, anjing juga bisa mengalami yang namanya alergi. Alergi anjing bisa terjadi akibat kontak dengan alergen seperti makanan, produk perawatannya, serta iritan di sekitarnya seperti debu dan polen. Saat anjing menderita alergi, gejala umum yang biasa ditimbulkan adalah gatal dan ruam di permukaan kulit. Membatasi kontak dengan alergen bisa mencegah reaksi alergi ini. 

2. Infeksi Ragi 

Anjing juga rentan dengan yang namanya infeksi ragi atau yeast infection. Saat anjing mengalami infeksi ragi ini, biasanya anjing gak akan berhenti untuk menggaruk telinganya atau menjilat dan menggigit jari kakinya. Umumnya, infeksi ragi diobati dengan pengobatan topikal seperti mengoleskan salep anti ragi di area kulit tempat ragi tumbuh dengan subur di permukaan kulit anjing. Selain itu, dilakukan juga mandi dengan shampoo obat. Pada kasus berat, anti jamur oral juga diberikan.

3. Folikulitis 

Folikulitis merupakan infeksi bakteri pada kulit anjing yang menyebabkan munculnya benjolan dan kudis atau scabies di permukaan kulit anjing. Pada anjing yang bulunya lebih tipis, gejala yang timbul akibat folikulitis lebih mudah untuk dilihat. Pengobatan untuk folikulitis ini biasanya meliputi pemberian antibiotik oral, salep antibakteri, atau sampo khusus. 

4. Impetigo 

Sama halnya dengan folikulitis, impetigo juga adalah penyakit kulit anjing yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit impetigo ini sendiri umumnya menyerang anak anjing. Saat anjing menderita impetigo, umumnya akan muncul benjolan kecil berisi nanah di area kulit tanpa bulu di perut anjing. Impetigo ini biasanya diobati dengan mengoleskan salep khusus impetigo. 

5. Seborrhea

Seborrhea merupakan penyakit kulit pada anjing yang bisa dipicu oleh faktor genetik, reaksi alergi, hingga keabnormalan hormon anjing tersebut. Anjing yang menderita seborrhea bisa diidentifikasi dari kulitnya yang berminyak dan dipenuhi dengan ketombe. Biasanya, penyakit seborrhea pada anjing diobati dengan cara pemberian sampo khusus seborrhea ini. 

Baca juga: Penyakit Kulit Anjing dan Kucing Menular ke Manusia? Bisa Saja!

6. Ringworm 

Meskipun disebut ringworm, penyakit kulit anjing satu ini bukannya disebabkan oleh cacing, melainkan oleh jamur yang menginfeksi kulit anjing tersebut. Saat anjing mengalami infeksi jamur yang menyebabkan ringworm ini, maka akan terbentuk bulatan memerah di kepala, tangan, telinga, dan kaki depannya. Pengobatan ringworm dilakukan dengan pemberian obat antijamur. Penyakit ini bisa menular ke manusia, lho! Hati-hati, ya!

7. Alopesia 

Alopesia merupakan penyakit kulit pada anjing yang ditandai dengan kerontokan bulu pada anjing. Saat anjing menderita alopesia, maka akan terjadi kerontokan bulu dengan jumlah yang banyak pada anjing. Adapun penyebab dari alopesia ini mulai dari stres, nutrisi yang buruk, serta penyakit yang memicu terjadinya kerontokan rambut. 

8. Kudis 

Kudis atau mange merupakan penyakit kulit pada anjing yang disebabkan oleh parasit kecil yang disebut tungau. Ada 2 jenis kudis yang umum dialami oleh anjing, yakni sarcoptic mange dan demodectic mange. Sarcoptic mange bisa menular ke anjing dan manusia, meskipun akan mati setelah berada di tubuh manusia, sedangkan demodectic mange gak bisa menular. 

9. Caplak

Salah satu penyakit kulit yang umum diderita oleh anjing adalah penyakit akibat caplak. Penyakit yang disebabkan oleh caplak yang melekat di permukaan kulit dan bulu anjing ini akan memicu anjing menjilat dan menggaruk bulu dan kulitnya secara berlebihan. Jika penyakit akibat caplak ini dibiarkan, kondisinya bisa makin parah dan memicu anjing kehilangan darah dan anemia. 

10. Pinjal 

Layaknya caplak, pinjal juga merupakan parasit berukuran kecil yang hidup dengan menghisap darah anjing. Dibandingkan dengan caplak, pinjal memiliki ukuran yang lebih kecil. Pinjal yang menjadi benalu di permukaan kulit anjing bisa memicu kekurangan darah dan anemia, serta infeksi bakteri yang lebih serius kondisinya. 

Itulah tadi 10 penyakit kulit anjing yang biasa diderita oleh para anabul. Sebagai orang yang memelihara anjing, kamu harus mewaspadai gejala yang ditimbulkan oleh penyakit kulit tersebut pada anjingmu. Jika ada gejala yang kemungkinan ditimbulkan oleh penyakit kulit tersebut, segera bawa anjing ke dokter hewan untuk segera mendapat penanganan. 

Writer: drh. Carene Naomi

Editori: Galih Primananda Mulyana

Sumber: 

Flowers, Amy. (2020, Desember 17). Skin Problems in Dogs. WebMD. Diakses pada tanggal 25 November 2022 melalui https://pets.webmd.com/dogs/ss/slideshow-skin-problems-in-dogs

Pagliai, Geneva. (2020, Juni 30). Dog Skin Conditions, From Belly Rashes to Scabs and Sores. PetMD. Diakses pada tanggal 25 November 2022 melalui https://www.petmd.com/dog/centers/nutrition/evr_dg_common-dog-skin-problems

Animal Trus Team. 10 of The Most Common Dog Skin Conditions. Animal Trust. Diakses pada tanggal 25 November 2022 melalui https://www.animaltrust.org.uk/blog/dog-skin-allergies/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
appstore
playstore
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!