bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

AnjingKesehatanScabies Pada Anjing: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

April 12, 2022by HEWANIA0

Hewanians, pernahkah kamu melihat anjing jalanan yang botak seluruh tubuhnya  dan kulitnya mengkerut merah-merah? Jangan-jangan anjing itu menderita scabies. Apa itu scabies pada anjing? Yuk kenal lebih dalam soal penyakit kulit ini pada artikel dibawah!

Baca juga: Cara Mengobati Dermatitis Pada Anjing dan Kucing Secara Alami

Apa Itu Scabies Pada Anjing?

Scabies pada anjing, atau sering disebut kudis, adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit tungau Sarcoptes scabiei. 

Tungau ini kemudian menggali ke dalam kulit anjing dan menyebabkan kegatalan parah, yang dapat menyebabkan pembentukan koreng dan juga rambut rontok. 

Meski penyebabnya hanya parasit kecil yang tak terlihat oleh mata, penyakit kulit anjing ini tidak boleh disepelekan, lho! Pasalnya, penyakit kulit ini bersifat zoonosis, alias bisa menular kepada kita manusia. 

Tidak hanya anjing jalanan saja, anjing yang memiliki owner juga masih berisiko tertular. Itulah tingginya tingkat infeksius penyakit kulit akibat Sarcoptes scabiei var canis yang ditemukan di seluruh dunia ini.

Penyebab Penyakit Scabies Pada Anjing

Tungau penyebab scabiosis atau scabies sebenarnya spesifik tergantung inang, tapi hewan-hewan (termasuk manusia) yang kontak langsung dengan anjing yang terinfestasi tungau ini bisa tertular. 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, nama tungau penyebab scabies adalah Sarcoptes scabiei. Ukuran dari tungau ini bervariasi tergantung dari usia dan gender.

Tungau dewasa berukuran 0.2-0.6 mm dan berbentuk lingkaran, permukaannya ditutupi dengan duri duri kecil berbentuk triangular, dan mereka memiliki 4 pasang kaki yang pendek. 

Tungau betina berukuran 2 x lebih besar dari jantannya. Seluruh siklus hidupnya (17-21 hari) dihabiskan di inang anjing.

Mengapa Scabies Membuat Anjing Gatal-gatal?

Tungau betina menggali terowongan di lapisan kulit anjing yang bernama stratum corneum untuk bertelur. 

Hewanians bisa membayangkan betapa gatalnya? Penyakit ini siap menyerang anjing manapun yang kontak dengan anjing pengidap, meskipun penyebaran dari kontak tidak langsung juga dapat terjadi. Wah, repot juga, ya!

Tanda klinis bisa timbul dari 10 hari sampai 8 minggu dari kontak dengan hewan pengidap scabies. Ada juga loh anjing yang tidak terlihat sakit kulit tapi sebenarnya membawa penyakit ini! Mereka disebut karier asimtomatik.

Tanda-tanda Scabies Pada Anjing

Lesi primer dari penyakit ini terdiri dari erupsi papula dan krusta, koreng kekuningan, eksoriasi, kemerahan, dan kebotakan. Infeksi bakteri sekunder dan infeksi jamur juga bisa ikut timbul. Biasanya, lesi mulai terlihat di bagian perut, dada, telinga, siku, dan jika didiamkan, merambah ke seluruh tubuh.

Anjing dengan scabies kronis, seborrhea, penebalan kulit dan pelipatan kulit, penumpukan koreng, limfadenopati periferal, dan emasiasi bisa sangat terpengaruh hingga menyebabkan kematian.

Cara Mendiagnosa Scabies Pada Anjing

Diagnosa definitif bisa dilihat dari kerokan kulit anjing yang menunjukkan tungau ini di bawah mikroskop. 

Tapi, kejadian pada anjing-anjing terawat yang terinfestasi dengan tungau sarcoptes ini bisa memberikan diagnosa false negative. 

Pasalnya, mereka menunjukkan rasa gatal, tapi karena mandi rutin, sulit bagi dokter hewan untuk menemukan tungau karena koreng dan sisik yang sudah dibuang saat mandi.

Cara Mengobati Scabies Pada Anjing

Pengobatan scabies atau kudis pada anjing biasanya dikombinasikan dari pengobatan sistemik dan topikal. 

Pengobatan sistemik dapat berupa obat oral maupun spot on yang berisi makrosiklik lakton, selamectin, imidacloprid-moxidectin, dsb tergantung merknya.

Untuk pengobatan topikal, rambut anjing sebaiknya dicukur. 

Koreng dan kotoran bisa dihilangkan dengan menggunakan shampoo antiseborrheic, dan mandi rendaman akarisida bisa dilakukan. Hal ini bisa kamu tanyakan pada dokter hewan yang menangani anjingmu, ya! 

Hati-hati, karena semua pengobatan ini adalah obat keras, jadi cara pemakaian, dosis, dan cara pengaplikasian harus dilakukan dengan waspada.

Pengobatan bisa sistemik maupun topikal tergantung oleh keputusan dokter hewan. Selain itu, semua anjing yang kontak dengan anjing pengidap scabiosis perlu di treatment, ya!

Baca juga: 5 Tanda Masalah Kulit dan Rambut pada Anjing dan Kucing

Kesimpulan

Itu tadi penjelasan mengenai scabies pada anjing. Semoga bisa menjawab rasa penasaranmu. 

Jika kamu masih bingung mengenai perawatan kulit anjingmu, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter hewan secara online di Hewania. Tersedia berbagai pilihan dokter yang bisa kamu pilih. Selain itu, kamu juga bisa mengatur jadwal dengan fleksibel. 

Tunggu apalagi? Yuk jaga kesehatan hewan kesayanganmu di Hewania!

Writer: drh. Carene Naomi

Editor: Galih Primananda Mulyana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

hewania
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!