bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

Yuk Kenalan dengan Jenis-jenis Sapi Perah!

November 23, 2023by HEWANIA0

Hewanians pasti sudah tidak asing dengan bangsa sapi perah yang menghasilkan susu untuk konsumsi harian kita. Dan sudah bisa dipastikan yang terlintas dipikiran hewanians ketika mendengar jenis sapi ini adalah sapi Friesian Holstein atau yang lebih dikenal dengan sapi FH karena memang bangsa sapi ini mendominasi ternak sapi perah di Indonesia. Padahal sebenarnya jenis sapi perah sendiri banyak jenisnya dan dikelompokkan berdasarkan dua daerah yaitu dari daerah sub tropis dan tropis lho hewanians. Mau tahu dan berkenalan lebih dengan bangsa sapi perah lainnya? Yuk sama-sama kita simak penjelasannya di bawah ini hewanians

Baca Juga: Cara menentukan harness terbaik yang sesuai dengan tubuh Anjingmu!

 

Jenis Sapi Perah Sub Tropis

 1. Sapi Ayrshire

Sapi ini berasal dari Skotlandia memiliki warna kulit dan rambut coklat kemerahan belang putih. Ayrshire memiliki tanduk yang cukup panjang. dan tumbuh tegak lurus ke atas. Bobot tubuh sapi ayrshire jantan bisa mencapai +-725 kg dan betina +-550 kg. Produksi susu sapi yang dihasilkan sekitar 3500 liter per masa laktasi.

 

 2. Sapi Brown Swiss

Sesuai namanya sapi ini dikembangkan di negara Swiss. Sapi ini memiliki warna tubuh keabu-abuan hingga coklat, perilaku yang sangat jinak dan mudah dikendalikan. Sapi Brown Swiss memiliki badan yang cukup besar. Bobot badan sapi jantan bisa mencapai +-900 kg dan betina +-600 kg. Produksi susu yang dihasilkan sapi Brown Swiss  mencapai 3000 liter per masa laktasi.

 

 3. Sapi Guernsey

Sapi Guernsey berasal dari Pulau Guernsey, Inggris Selatan. Sapi ini dikembangkan dari sapi liar Bos Typicus longifrons.  Sapi Guernsey memiliki warna tubuh coklat kekuningan hingga hampir merah bercampur dengan warna putih. Sapi ini memiliki tanduk berukuran sedang dan arahnya agak condong ke depan. Bobot badan sapi jantannya bisa mencapai +-700 kg dan sapi betinanya +-475 kg. Produksi susu yang dihasilkan mencapai 2750 liter per masa laktasi.

 

 4. Sapi Jersey

Sapi ini berasal dari Pulau Jersey  yang terletak diselat antara Inggris dan Perancis. Nenek moyang sapi ini berasal dari banteng liar yang dikawinkan dengan sapi normandia. Sapi jersey memiliki warnah tubuh yang beragam, mulai dari hitam, merah tua,  coklat kekuningan terkadang dibagian tertentu ada warna putihnya. Tanduk sapi ini lebih panjang ketimbang FH dan mengarah ke atas. Bobot sapi perah jenis ini mencapai +-625 kg untuk pejantan dan +-425 kg untuk yang betina. Hasil produksi susu yang dihasilkan mencapai 2500 liter per  masa laktasi.

 

 5. Friesien Holstein (FH)

Jenis Frisian Holstein bisa dikatakan sebagai sapi perah paling populer di dunia dan di Indonesia sendiri. Lebih dari 80% populasi sapi perah di Indonesia terdiri dari jenis ini sejak jaman penjajahan kolonial Belanda hingga sekarang. Sapi ini berasal dari Provinsi Friesland di Belanda. Walaupun berasal dari daerah subtropis, sapi ini bisa beradaptasi di daerah tropis. Sapi FH memiliki badan yang besar, bobot sapi jantannya bisa mencapai +-1000 kg sedangkan sapi betina bisa mencapai +-625 kg. Sapi ini memiliki ciri utama warna kulit hitam putih, tanduknya pendek mengarah ke depan. Produksi susu yang dihasilkan di Indonesia mencapai 4500-5500 liter per masa laktasi atau setara 10 liter susu per ekor per hari.

 

Jenis Sapi Perah Tropis

 

 1. Peranakan Frisien Holstein (Sapi Grati)

Sapi ini banyak dijumpai di daerah Jawa Timur. Sapi ini persilangan antara pejantan Frisien Holstein (FH) dengan sapi betina lokal dari jenis jawa dan madura. Sapi PFH atau yang lebih dikenal dengan sapi Grati ini memiliki karakteristik tubuh agak besar dengan daya adaptasi terhadap iklim tropis yang baik. Produksi susu sapi yang dihasilkan dari sapi jenis ini berkisar kurang lebih 2500-3000 liter per laktasi.

 

 2. Sapi Ongole

Sapi ini berasal dari India, sapi ongol banyak ditemukan di Indonesia namun biasanya digunakan sebagai sapi pedaging. Warna tubuhnya putih hingga agak gelap. Bobot tubuh pejantan sapi ini mencapai 500-600 kg dan betinanya 450-500 kg. Produksi susu yang dihasilkan relatif sedikit hanya 1250-1500 liter per masa laktasi.

 

 3. Sapi Gir

Sapi ini masih berasal dari India juga. Pada umumnya sapi ini memiliki warna tubuh putih, namun ada juga yang berwarna bercak coklat atau hitam dan warna kuning kemerahan. Berat badan sapi dewasa jantannya sekitar 600 kg dan betina 400 kg. Produksi susu mencapai 2000 liter per laktasi.

 

 4. Sapi Red Sindhi

Seperti sapi Ongole dan Gir jenis sapi ini juga berasal dari India yang berkembang di daerah-daerah kering dan panas. Warna tubuhnya merah tua dan ukuran tubuhnya kecil. Sapi jantan dewasanya memiliki bobot badan +-450-500 kg dan betina +-350 kg. Produksi susu yang dihasilkan mencapai 1700 liter per laktasi.

 5. Sapi Sahiwal

Sapi Sahiwal berasal dari daerah Punjab yaitu daerah perbatasan Pakistan dan India. Sapi jenis ini diklaim sebagai jenis sapi perah tropis terbaik. Sapi Sahiwal memiliki warna tubuh yang beraneka ragam, kebanyakan berwarna coklat muda hingga kemerahan. Rambutnya halus dan kakinya pendek. Sapi ini memiliki bobot tubuh sekitar +-500-600 kg untuk jantan dan +-450 kg untuk betina. Produktivitas susu sekitar 2500-3000 liter per laktasi.

Dari penjelasan artikel di atas, hewanians bisa mengerti ya bahwa ternyata jenis sapi perah itu beragam. Nah jika kamu masih bingung, kamu bisa diskusikan  dengan mitra dokter hewan di aplikasi Hewania yang siap sedia membantu kamu. Atau anda juga bisa melakukan konsultasi online melalui Website Hewania!  Hewania Hewan Sehat dan Ceria 💛

 

Writer: drh. Diba Mahargia 

Leave a Reply

hewania
appstore
playstore
Hewania HQ

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!