bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

4 Bau pada Kucing Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit

November 21, 2023by Galih Primananda0

Mengenal bau yang tidak sedap pada kucing dapat menjadi penting karena bisa menjadi indikator adanya masalah kesehatan yang perlu diatasi. Bau yang tidak normal pada kucing dapat mengindikasikan masalah kesehatan tertentu dan membantu pemilik kucing untuk mengidentifikasi secara dini dan mencari perawatan yang diperlukan. 

Yuk ketahui 4 bau pada kucing yang harus kamu perhatikan di bawah ini seperti dilansir dari Pet MD!

4 Bau pada Kucing yang Perlu Diwaspadai

1. Bau Mulut

Mulut kucing yang sehat seharusnya tidak memiliki bau yang tidak sedap, namun terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan perubahan ini. Penyakit gigi merupakan penyebab paling umum dari bau mulut yang tidak sedap pada kucing. Penumpukan plak dan karang gigi, peradangan gusi, serta gigi yang goyang dapat menjadi tempat ideal bagi bau mulut. 

Makanan yang tersangkut di kantong gusi yang tidak normal dan mengalami pembusukan dapat menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri penyebab bau tak sedap. Selain itu, adanya benda asing di mulut, trauma pada jaringan mulut, dan tumor juga dapat menyebabkan bau mulut yang tidak sedap. Beberapa penyakit sistemik seperti penyakit ginjal atau diabetes melitus juga dapat berkontribusi pada perubahan bau napas kucing.

2. Bau Kulit

Kulit juga dapat menjadi sumber bau tak sedap pada kucing. Infeksi kulit seringkali muncul sebagai akibat dari masalah kesehatan mendasar seperti luka, alergi, parasit, kanker, atau gangguan kekebalan tubuh. Infeksi bakteri dapat menghasilkan bau busuk, sementara infeksi jamur dapat memberikan aroma “apak”. Kondisi buruk bulu dan bau yang kurang sedap dapat terjadi ketika kucing sakit atau kesulitan merawat dirinya sendiri.

3. Bau Telinga

Bau yang terkait dengan infeksi telinga kucing juga perlu diperhatikan. Infeksi jamur dapat berkembang akibat alergi atau kondisi lain yang mempengaruhi telinga. Infeksi bakteri yang berhubungan dengan alergi, polip, tumor, atau benda asing dapat menghasilkan bau busuk atau agak manis. Infestasi tungau telinga juga dapat menyebabkan bau tak sedap.

4. Bau Bagian Belakang

Biasanya, kucing yang sehat memiliki perawatan diri yang baik sehingga bau urin atau kotoran jarang tercium. Namun, kondisi seperti diare atau masalah kesehatan tertentu dapat mengubah hal ini. Kelenjar anal yang menghasilkan bahan berbau musky atau amis juga dapat menjadi penyebab bau yang tidak sedap. Infeksi, tumor, atau kondisi lain yang mempengaruhi kelenjar dubur dapat menyebabkan bau yang lebih persisten.

Menghilangkan Bau Tak Sedap pada Kucing

Jika kamu tidak dapat dengan mudah mengidentifikasi sumber bau yang tidak berbahaya, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter hewan. Dokter hewan dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan asal mula bau dan merencanakan tindakan diagnostik dan pengobatan yang sesuai.

Kamu bisa melakukan konsultasi dokter hewan secara online lewat aplikasi Hewania. Aplikasi Hewania menyediakan berbagai fitur dan layanan yang membantu kamu merawat hewan peliharaan secara lebih baik.

Mulai dari penjadwalan kunjungan ke dokter hewan, memberikan saran tentang diet dan nutrisi yang tepat, hingga artikel kesehatan-kesehatan menarik yang membantu menjaga kesehatan hewan peliharaan kamu.

Jadi, tunggu apa lagi? Jadilah bagian dari komunitas Hewania dan nikmati kemudahan dalam merawat hewan peliharaan kamu dengan aplikasi yang tepat.

Unduh sekarang di Google Play atau App Store dan bergabunglah dengan ribuan pemilik hewan peliharaan yang merasa puas dengan aplikasi Hewania.

Jangan biarkan kesehatan hewan peliharaanmu terabaikan, mulailah merawat mereka dengan lebih baik hari ini!

Leave a Reply

hewania
appstore
playstore
Hewania Head Office

PT Hewania Solusi Digital

Boulevard Elang Laut Blok D 50, Jl. Pantai Indah Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara 14470
+62 812 3000 9607
Anda Dokter Hewan?

Mari Berkolaborasi Mengedukasi Masyarakat Indonesia tentang Kesehatan Hewan!

Daftar Sekarang!